Sebelum ada aktivitas penambangan dari empat perusahaan tersebut, Desa Sumlili tidak pernah banjir. Di sisi lain, kontribusi sosial dari perusahaan kepada masyarakat sangat minim. Masyarakat berharap adanya perhatian dari pemerintah agar tidak terjadi kerugian yang lebih besar, dan dapat melanjutkan aktivitas pertanian yang menjadi sumber utama penghidupan mereka.
Melihat kondisi ini, Salomiel yang merupakan alumnus SMA Negeri 2 Kupang ini menegaskan akan mendorong langkah tegas Pemkab Kupang untuk penanganan abrasi dan pengawasan aktivitas tambang. Salah satunya agar pemerintah setempat segera melakukan normalisasi sungai atau memasang bronjong untuk mengamankan lahan pertanian.
“Saya akan perjuangkan ini, dan akan sampaikan kepada pemerintah agar mengambil alih untuk lanjutan terhadap abrasi yang ada di sini,” tegas Salomiel.
(Puteranegara Batubara)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.