Kasus ini sebelumnya memicu kemarahan para alumni SMPN 13 Kota Bekasi. Mereka menggelar aksi demonstrasi di sekolah pada Senin (25/8/2025), setelah kasus dugaan pelecehan yang dialami siswi kelas IX itu viral di media sosial.
Kepala Sekolah SMPN 13, Tetik, membenarkan bahwa korban diduga dilecehkan oleh oknum guru tersebut sebanyak dua kali, setelah Idulfitri dan menjelang peringatan HUT RI ke-80.
“Anaknya cerita. Sudah kita cegah dan kita panggil gurunya. Tapi kejadian terulang lagi menjelang Agustusan. Saya panggil anaknya dan saya beri punishment gurunya,” ungkap Tetik.
Lebih lanjut, Tetik menyebut oknum guru berinisial J telah mengakui perbuatannya, meski beralasan tidak bermaksud melakukan pelecehan.
“Sebatas pengakuan beliau, memang merangkul, iya. Pegang paha, iya. Tapi dia bilang tidak bermaksud melecehkan,” ujar Tetik.
(Awaludin)