Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Caleg AS Pendukung Trump Bakar Al-Quran, Bersumpah Mengakhiri Islam di Texas

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 28 Agustus 2025 |10:13 WIB
Caleg AS Pendukung Trump Bakar Al-Quran, Bersumpah Mengakhiri Islam di Texas
Calon anggota parlemen dari Partai Republik Valentina Gomez merekam dirinya membakar Al-Quran untuk mendapatkan dukungan. (Foto; X)
A
A
A

JAKARTA - Seorang kandidat kongres dari Partai Republik Amerika Serikat (AS) di Texas telah membakar Al-Quran dalam sebuah iklan kampanye yang memicu kecaman luas. Valentina Gomez, seorang calon politikus yang menyebut dirinya "MAGA America First", semboyan yang lekat dengan Presiden Donald Trump, mengunggah video tersebut pada Selasa (26/8/2025), meminta bantuan untuk terpilih menjadi anggota Kongres AS.

"Putri-putrimu akan diperkosa dan putra-putramu akan dipenggal, kecuali kita menghentikan Islam untuk selamanya," tegas Gomez dalam video tersebut. Dia kemudian terlihat mundur dan melepaskan tembakan ke arah Al-Quran. Aksi ini diiringi rekaman lagu rapper kontroversial Ye, yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West.

"Amerika adalah negara Kristen, jadi para teroris Muslim itu boleh pergi ke salah satu dari 57 negara Muslim. Hanya ada satu Tuhan yang benar, yaitu Tuhan Israel," katanya, sebagaimana dilansir RT.

"Saya akan mengakhiri Islam di Texas, jadi bantulah saya, Tuhan..." tulis Gomez dalam unggahan di X, meminta dukungan untuk kampanyenya agar masuk ke Kongres.

Aksi tersebut ditonton 3,8 juta kali dalam sehari, dan menuai banyak tanggapan positif maupun negatif.

 

"Ini bukan politik. Ini hasutan," tulis podcaster Brian Allen. "Ketika masjid-masjid mulai terbakar, ingatlah: ini adalah korek api, dan Partai Republik Texas yang memberinya korek api."

Gomez lahir di Kolombia dan beremigrasi ke AS di usia muda. Tahun lalu, ia gagal mencalonkan diri sebagai Sekretaris Negara Bagian Missouri dari Partai Republik. Ia kini berkampanye untuk Distrik ke-31 Texas pada 2026.

Mantan perenang Olimpiade ini memiliki rekam jejak perilaku provokatif dan kasar. Tahun lalu, ia menyindir atlet transgender di cabang olahraga wanita, dengan menulis di kolom X: "Tidak ada yang namanya cewek berpe***. Jaga agar olahraga wanita tetap feminin!"

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement