Tokoh Betawi tersebut juga mengungkapkan jasa dari tokoh Betawi almarhum Mayjen TNI Edi Nalapraya dalam perkembangan pencak silat Betawi hingga saat ini. Menurutnya, berkat kepemimpinan almarhum gedung Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) berdiri megah di tengah kota Jakarta.
"Saat ini Pencak Silat diakui oleh UNESCO. Kedepan PPS Putra Betawi akan merajut persatuan semua aliran silat Betawi yang ada sebanyak 300 aliran, dan akan menghadirkan jurus-jurus silat baku aliran Betawi. Disamping itu, kita ingin untuk pengembangan pencak silat di tanah air berkolaborasi, baik lokal, nasional, bahkan internasional. Agar kaum Betawi bisa berkembang dan insha Allah menjadi pemimpin bangsa," katanya.
Tidak hanya itu, Bamus Suku Betawi 1982 pun akan proaktif dalam memasukkan budaya pencak silat dalam kurikulum pendidikan. Sebab, kata Bang Nara, cikal bakal pemimpin akan dimulai dari bawah, yakni melalui unsur pendidikan.
"IPSI pun sudah melakukan penjaringan terhadap bibit berprestasi sebanyak 200 pesilat yang akan ikut dalam pertunjukan pada 2026 mendatang. Untuk itu pemprov harus hadir dan membina di tengah rakyat dan kaum Betawi. Sebab jika peran itu ditinggalkan, maka pemerintah ingkar pada amanat UU," pungkasnya.
(Arief Setyadi )