"Hujan deras dan listrik padam, jadi kami sangat membutuhkan bantuan, terutama di wilayah utara karena terjadi kelangkaan air setelah jalur pasokan rusak akibat gempa bumi," ujar Pejabat Pertahanan Sipil Reynes kepada radio DZMM.
Media lokal mengunggah video orang-orang bergegas keluar rumah saat tanah berguncang dan bangunan-bangunan runtuh, termasuk sebuah gereja berusia lebih dari 100 tahun. Reynes mengatakan di antara korban tewas terdapat beberapa orang yang sedang bermain basket di sebuah kompleks olahraga di San Remigio ketika sebagian bangunan runtuh akibat gempa.
Badan pemantau gempa memperkirakan kedalaman gempa sekitar 10 km (6,2 mil) dan mencatat beberapa gempa susulan, yang terkuat berkekuatan 6 SR. Tidak ada ancaman tsunami setelah gempa tersebut.
Filipina terletak di "Cincin Api" Pasifik, tempat aktivitas vulkanik dan gempa bumi sering terjadi. Negara ini mengalami dua gempa bumi besar pada bulan Januari, tanpa ada korban jiwa yang dilaporkan. Pada tahun 2023, gempa bumi lepas pantai berkekuatan 6,7 SR menewaskan delapan orang.
(Rahman Asmardika)