Selisih poin yang cukup jauh ini menjadikan tiga poin atas PSIM Yogyakarta sebagai harga mati, bukan hanya sebagai kado HUT klub, tetapi juga untuk menjaga peluang dalam perebutan gelar juara.
Berbicara soal persaingan gelar, pelatih asal Brasil itu memilih untuk meredam kekhawatiran. Souza mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlalu fokus pada posisi rival, melainkan berpegang teguh pada kinerja diri sendiri.
"Yang benar kita jangan lihat sama lawan. Kita harus lakukan yang kita harus lakukan di lapangan untuk dapat tiga poin setiap pertandingan," tutur Souza dalam konferensi pers pra-pertandingan di Jakarta, dikutip Jumat (28/11/2025).
Mauricio Souza menekankan musim ini masih sangat panjang dan segala hal bisa terjadi, terlepas dari keunggulan poin yang dimiliki Borneo FC saat ini. Ia mengingatkan bahwa kompetisi bahkan belum mencapai setengah perjalanan.
(Erha Aprili Ramadhoni)