Dengan menggunakan teknik itu, Anam menyebut meskipun pelaku menutupi identitas dengan mengenakan masker atau topi sehingga sulit dikenali lewat CCTV, teknologi cell dump tetap bisa menjadi solusi.
“Walaupun dia pakai masker, pakai topi, kan enggak kelihatan itu. Enggak pakai topi, pakai masker, kan biar tahu kalau kena CCTV dia bisa kelihatan wajahnya, bisa dicek NIK-nya,” ucapnya.
Diketahui, DJ Donny menerima dua kali teror ke rumahnya dalam kurun waktu tiga hari terakhir, di antaranya bangkai ayam dan pelemparan bom molotov.
Donny sudah melapor peristiwa itu ke Mapolda Metro Jaya dengan registrasi perkara nomor STTLP/B/9545/XII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA.
(Arief Setyadi )