Aksi protes ini merupakan yang paling meluas sejak pemberontakan tahun 2022 yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini, seorang wanita muda Kurdi yang ditahan oleh polisi moral karena diduga tidak mengenakan hijab dengan benar.
Menurut kelompok hak asasi manusia, lebih dari 550 orang tewas dan 20.000 ditahan dalam penindakan keras terhadap aksi protes tersebut oleh pasukan keamanan.
(Rahman Asmardika)