Selain itu, Gedung Putih menyatakan akan menarik diri dari 31 entitas PBB, termasuk badan perjanjian perubahan iklim PBB terkemuka, Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), Dana Demokrasi PBB, serta entitas PBB yang bekerja di bidang kesehatan ibu dan anak, UNFPA.
Beberapa entitas PBB yang menjadi sasaran juga berfokus pada perlindungan kelompok rentan dari kekerasan selama perang, termasuk Kantor Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Anak-Anak dalam Konflik Bersenjata.
Dalam catatan kepada para koresponden pada Rabu malam, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan bahwa PBB berharap dapat menanggapi pengumuman tersebut pada Kamis (8/1/2026) pagi.
Meskipun secara terbuka mengklaim ingin AS memiliki keterlibatan lebih sedikit dalam forum PBB, Trump tetap aktif memengaruhi pengambilan keputusan di tingkat internasional.
Pada Oktober tahun lalu, Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada para diplomat yang secara resmi mengadopsi pungutan atas bahan bakar kapal pencemar lingkungan yang telah disepakati pada pertemuan sebelumnya, sehingga kesepakatan tersebut tertunda selama 12 bulan.