Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

OSO Instruksikan Kader Hanura Bantu Korban Bencana Tanpa Cari Panggung

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Kamis, 08 Januari 2026 |15:00 WIB
OSO Instruksikan Kader Hanura Bantu Korban Bencana Tanpa Cari Panggung
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. (Foto: Achmad Al Fiqri/IMG)
A
A
A

JAKARTA – Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), menginstruksikan seluruh kadernya untuk fokus membantu korban banjir dan tanah longsor di Sumatera tanpa mencari popularitas. Ia menegaskan bahwa membantu korban bencana harus dilandasi ketulusan, keikhlasan, serta semangat hati nurani.

Instruksi itu disampaikan OSO saat memberi sambutan pada acara peresmian kantor baru Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026). Ia menekankan, bantuan harus diberikan dengan tulus dan ikhlas, bukan untuk ajang promosi atau mencari keuntungan politik.

“Bangun solidaritas, bangun persatuan, bangkitkan semangat mereka. Membantu tanpa melihat dan tanpa menggunakan, tanpa mencari popularitas. Tulusan keikhlasan membantu itu dengan semangat hati nurani,” tegas OSO.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keputusan menggelar acara peresmian kantor baru dilakukan secara sederhana. Hal itu, menurutnya, merupakan bentuk penyesuaian diri dengan kondisi bangsa yang sedang berduka.

 

“Kita tidak seperti biasanya menyewa gedung besar, karena kita menyesuaikan kondisi bangsa yang sedang mengalami musibah,” ucapnya.

Dalam pidatonya, OSO juga mengajak semua pihak untuk berhenti berdebat dan saling menyalahkan, serta lebih fokus bekerja nyata membantu masyarakat yang menderita.

“Jangan saling menuding, jangan saling menyalahkan, tapi bekerja nyata lebih berarti bagi orang yang menderita,” tutupnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pembangunan daerah. Menurutnya, kemakmuran Indonesia hanya bisa tercapai jika kemakmuran dimulai dari tingkat daerah. Penegasan ini disampaikan dalam acara peresmian kantor baru DPP Partai Hanura.

“Tagline kita adalah berpihak kepada daerah. Daerah makmur, baru ada Indonesia makmur,” kata OSO.

 

Ia menyatakan, kondisi daerah saat ini pada kenyataannya belum makmur. Menurutnya, kemakmuran daerah memerlukan kesadaran mendalam di tingkat nasional tentang realitas kehidupan masyarakat lokal.

“Apakah daerah sekarang sudah makmur? Belum. Untuk makmur itu tidak gampang. Harus ada kesadaran mendalam di tingkat nasional tentang bagaimana kehidupan orang-orang daerah,” terangnya.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement