“Ada yang mau demo untuk isu tertentu, bikin gerakan atas nama NU. Umurnya mungkin hanya beberapa jam saja, karena setelah jamnya lewat, gerakan itu ya tidak ada lagi. Itulah uniknya NU,” katanya.
Selain itu, Gus Ulil juga menyinggung pentingnya humor sebagai bagian dari kehidupan sosial. Ia menyayangkan apabila seorang komedian yang bertujuan menghibur masyarakat justru harus menghadapi persoalan hukum.
“Kita butuh banyak ketawa di negeri ini. Kasihan kalau komedian yang bikin banyak orang tertawa harus dilaporkan ke aparat hukum. Humor adalah koentji,” katanya.
(Arief Setyadi )