Indonesia, kata Menlu Sugiono, tidak akan menggantungkan kepentingan nasional pada multilateralisme yang tidak bekerja, tetapi juga tidak akan menyerahkan masa depannya pada dunia tanpa aturan. Oleh karena itu, Indonesia berusaha mendorong perubahan agar multilateralisme kembali berjalan.
“Kita akan tetap berada di dalam sistem sambil mendorong perubahan dari dalam. Komitmen ini kita wujudkan secara konkret. Sepanjang tahun 2025 Indonesia mengikuti 10 pencalonan penting di berbagai organisasi internasional dan seluruhnya berhasil kita menangkan,” ujarnya, menekankan bahwa ini merupakan wujud kepercayaan Indonesia terhadap prinsip-prinsip multilateralisme.
Menlu RI juga mengangkat isu mengenai reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sangat diperlukan. Indonesia akan memainkan peran aktif dalam berbagai inisiatif PBB, yang akan memperingati 80 tahun berdirinya pada 2026.