Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi Sudjana Temui Jokowi

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Kamis, 15 Januari 2026 |17:11 WIB
Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi Sudjana Temui Jokowi
Pakar Telematika Roy Suryo (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Pakar telematika, Roy Suryo menegaskan, tidak ingin mengikuti langkah Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait kasus dugaan ijazah palsu.

“Nggak, nggak, nggak (akan bertemu Jokowi),” kata Roy Suryo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (15/1/2026).

Roy mengaku telah berkomunikasi dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Namun menurutnya, dalam pertemuan dengan Jokowi tersebut tidak ada permintaan maaf seperti yang beredar di publik.

“Orang yang bersangkutan sudah menyatakan tidak ada permintaan maaf. Jadi kita tunggu saja. Ini (foto pertemuan) palsu ya, nggak ada,” ujarnya.

Roy menilai pernyataan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis justru dapat menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

“Statement dari ES (Eggi Sudjana) dan Damai Hari Lubis itu akan membuat orang-orang bertanya-tanya dan akhirnya berpikir macam-macam. Istilahnya jadi budrek, budrek itu pusing,” sambungnya.

 

Sebelumnya, Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait pertemuannya dengan dua tersangka kasus dugaan fitnah ijazah palsu, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Jokowi berharap pertemuan tersebut dapat menjadi jalan menuju penyelesaian melalui mekanisme restorative justice.

“Telah hadir bersilaturahmi Bapak Prof Eggi Sudjana dan Bapak Damai Hari Lubis, SH, ke rumah saya. Benar beliau-beliau hadir didampingi pengacara Ibu Elida Netty, dan kehadiran itu untuk silaturahmi,” kata Jokowi kepada wartawan di kediamannya di Gang Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (14/1/2026).

Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku menghargai dan menghormati silaturahmi yang dilakukan keduanya. Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi penyidik Polda Metro Jaya terkait kemungkinan restorative justice.

“Karena itu adalah kewenangan dari penyidik Polda Metro Jaya,” ujarnya.

 

Saat ditanya apakah dalam pertemuan tersebut terdapat permintaan maaf terkait tudingan ijazah palsu, Jokowi menilai hal tersebut tidak perlu diperdebatkan.

“Menurut saya, ada atau tidak ada permintaan maaf, tidak perlu diperdebatkan. Niat baik silaturahmi itu harus saya hormati dan hargai,” ucap ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement