“Kami tidak akan menyeret negara ini ke dalam perang, tetapi kami tidak akan membiarkan penjahat domestik atau internasional lolos tanpa hukuman,” katanya, sebagaimana dilansir Al Jazeera.
Menurut narasi resmi Iran, protes awalnya dimulai secara damai terkait kenaikan harga dan kesulitan ekonomi pada 28 Desember di beberapa kota. Pejabat Iran mengklaim bahwa mereka yang terlibat “dilengkapi, dibiayai, dan dilatih” oleh aktor asing, dengan Khamenei menempatkan Trump “di pusat plot ini”.
Kantor berita semi-resmi Fars pada Sabtu melaporkan bahwa pihak berwenang memulihkan layanan pesan singkat (SMS) di seluruh negeri sebagai bagian dari rencana bertahap setelah delapan hari gangguan internet hampir total.
(Rahman Asmardika)