“AS telah melakukan persiapan ekstensif untuk mengatur pemberontakan ini. Pemberontakan ini adalah pendahuluan untuk rencana yang lebih besar. Bangsa Iran mengalahkan AS,” tulisnya, sebagaimana dilansir RT.
Khamenei menyebut bahwa Donald Trump “sendiri terlibat dalam penghasutan,” merujuk pada janji Presiden AS itu kepada para demonstran bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan” serta pengerahan kapal perang Amerika ke Timur Tengah.
Pada Rabu (14/1/2026), laporan sejumlah media menyebutkan bahwa serangan AS terhadap Iran “akan segera terjadi.” Namun, serangan itu akhirnya tidak terjadi, dengan Trump kemudian mengatakan bahwa ia memutuskan untuk membatalkannya setelah mengetahui bahwa Teheran telah membatalkan rencananya mengeksekusi para perusuh yang lebih brutal yang ditahan selama kerusuhan.
“Ya, kami telah memadamkan api penghasutan, tetapi itu tidak cukup. AS harus dimintai pertanggungjawaban,” tegas Khamenei.