Nicke menyatakan terminal BBM PT OTM yang disewa saat ini masih dipergunakan oleh Pertamina. Nicke juga mengaku tak pernah mendengar adanya laporan mengenai harga sewa kapal yang dilakukan Pertamina kemahalan.
Dalam kesempatan ini, Nicke menjelaskan mengenai ketahanan energi yang menjadi visi Pertamina. Dikatakan, ketahanan energi terdiri dari beberapa tingkatan mulai dari ketersediaan, kemandirian, hingga kedaulatan energi.
Nicke mengatakan, saat ini, Indonesia belum mencapai ketahanan energi. Saat ini, cadangan operasi Pertamina mencapai 18 hari untuk menjaga keandalan energi nasional. Nicke juga menjelaskan, kebijakan BBM satu harga yang ditetapkan pemerintah membutuhkan cadangan energi nasional yang mencukupi.
"Betul, dan untuk itu bukan hanya cadangan dari sisi produknya, tetapi perlu adanya tangki-tangki yang memang itu menjadi program pemerintah bersama Pertamina untuk membangun tangki-tangki kecil di daerah-daerah 3T tersebut untuk menjaga keandalan," katanya.
Saat ini, kata Nicke, Pertamina mengoperasikan sekitar 234 terminal BBM, LPG, dan aviasi. Dari jumlah itu, terdapat 113 terminal BBM, termasuk milik swasta.
Selama menjabat sebagai dirut Pertamina, Nicke menyatakan tidak pernah ada klausul dalam kontrak penyewaan terminal yang menyebut terminal BBM swasta akan menjadi milik Pertamina setelah kontrak berakhir.
"Sepanjang kepemimpinan saya, tidak pernah," tegas Nicke.
"Sepanjang kepemimpinan Ibu tahun 2018 sampai 2024 tidak pernah ada mekanisme sewa yang pada saat selesai masa sewa menjadi milik, enggak ada ya?" tanya Patra.
"Untuk BBM tidak ada," tegas Nicke.
(Erha Aprili Ramadhoni)