Keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S menyebabkan peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga Pulau Sumba, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta perairan utara Pulau Madura hingga Pulau Flores. Selain itu, terbentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) dan perlambatan angin (konvergensi) di perairan selatan Jawa Timur hingga Pulau Timor, serta di sekitar bibit siklon tersebut.
Selain itu, Bibit Siklon Tropis 92P juga terpantau berada di Teluk Carpentaria dengan tekanan udara minimum 1008 hPa, kecepatan angin 15 knot, serta bergerak ke arah selatan–tenggara.
Secara umum, potensi Bibit Siklon Tropis 92P untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24–72 jam ke depan berada dalam kategori rendah. Namun, bibit siklon ini dapat meningkatkan kecepatan angin lebih dari 25 knot di wilayah Laut Banda, Laut Arafura, Maluku bagian selatan hingga tenggara, serta Papua Selatan bagian selatan.
Bibit siklon tersebut juga membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin di Laut Timor hingga Papua Selatan bagian selatan, serta di sekitar pusat sistemnya.