Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Prabowo dan PM Albanese Teken Traktat Keamanan RI-Australia

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 06 Februari 2026 |11:23 WIB
Prabowo dan PM Albanese Teken Traktat Keamanan RI-Australia
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese menandatangani Traktat Keamanan Bersama Indonesia–Australia (Foto: Binti M/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese menandatangani Traktat Keamanan Bersama Indonesia–Australia. Perjanjian ini akan menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas dan kerja sama di kawasan kedua negara.

Dari pantauan Okezone, penandatanganan tersebut digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Prabowo dan Albanese pun meneken secara langsung dokumen perjanjian tersebut, termasuk perjanjian kerja sama lainnya.

Prabowo menegaskan perjanjian traktat keamanan bersama ini merupakan penegasan hubungan erat Indonesia dan Australia. Hal ini juga sebagai wujud nyata dalam menjaga keamanan nasional masing-masing negara.

“Perjanjian keamanan bersama ini mencerminkan tekad kedua negara untuk terus bekerja sama secara erat dalam menjaga keamanan nasional masing-masing, serta berkontribusi nyata bagi perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik,” kata Prabowo.

Sementara Prabowo memandang pentingnya perjanjian tersebut. Menurutnya, hal itu menjadi dasar untuk hidup berdampingan antara Indonesia dan Australia.

“Bagi Indonesia, hal ini mencerminkan komitmen teguh terhadap prinsip bertetangga baik dan kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif,” ujar Prabowo.

“Indonesia dan Australia ditakdirkan untuk hidup berdampingan dan kita memilih membangun hubungan tersebut atas dasar saling percaya dan itikad baik,” lanjutnya.

Prabowo kembali menyatakan Indonesia ingin bersahabat dengan semua negara. Dia berkomitmen untuk terus menjaga hubungan baik dengan negara lain.

“Indonesia ingin bersahabat dengan semua pihak dan kita tidak punya musuh mana pun. Untuk itu, kami meyakini bahwa perjanjian ini akan menjadi salah satu pilar penting bagi stabilitas dan kerja sama di kawasan kita,” tegasnya.

Turut hadir dalam penandatanganan tersebut yakni Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Sementara dari pihak Australia hadir Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement