Tito menyebut, penetapan Selasa dan Jumat sebagai hari kebersihan terinspirasi dari kebiasaan yang selama ini diterapkan di lingkungan TNI dan Polri. Namun, ia menegaskan kebijakan tersebut tidak bermuatan militerisasi.
"Ini bukan meniru militerisme. Bukan. Tapi hal-hal baik seperti menjaga kebersihan itu kan berlaku untuk semua, tidak hanya untuk TNI-Polri," tegasnya.
Dalam Surat Edaran tersebut, Selasa dan Jumat direncanakan tidak hanya menjadi hari olahraga, tetapi juga dilanjutkan dengan kegiatan korvei, baik di lingkungan kantor pemerintahan maupun di wilayah sekitar.
"Selasa dan Jumat akan kita tetapkan tidak hanya sebagai hari olahraga, tapi juga dilanjutkan dengan kegiatan korvei di lingkungan kantor dan daerah masing-masing," pungkas Tito.
(Awaludin)