Sebagai informasi, Pandji Pragiwaksono telah memberikan klarifikasi kepada Polda Metro Jaya terkait konten Mens Rea tersebut pada Jumat 6 Februari 2026.
Ia menyatakan siap untuk berdialog dengan para pelapor dalam kasus dugaan penistaan agama tersebut. Menurutnya, tudingan yang muncul terjadi akibat adanya kesalahpahaman terhadap makna yang disampaikan dalam materi pertunjukannya.
“Saya selalu membuka ruang untuk dialog dan secara historikal juga ada terlalu banyak bukti menunjukkan dalam sebuah kesalahpahaman atau ada ketidaksesuaian penangkapan makna dari karya seni saya, saya selalu bersedia untuk dialog. Bahkan, saya sama Haris (pengacaranya, Haris Azhar) berkata tentu alangkah lebih baik kalau kita duduk bareng dan mencoba untuk menyampaikan maksudnya, selalu terbuka kok,” ujarnya, Jumat 6 Februari 2026.
(Arief Setyadi )