Sementara itu, ketentuan MABIMS, forum ulama Asia Tenggara yang terdiri dari Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam, menyepakati bahwa hilal dapat terlihat jika sudah berada di atas 3 derajat.
"Jadi bisa dipastikan awal Ramadan kita ini akan berbeda. Ada yang tanggal 18 dan ada yang tanggal 19 Februari. Saya berharap semuanya memaklumi hal ini. Yang penting kita bisa menjalankannya dengan baik dan khusyuk," ungkapnya.
Kendati demikian, Cholil menekankan agar jangan sampai ada gesekan yang dapat merusak ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim). Menurutnya, penting menjaga ukhuwah Islamiyah demi mendekatkan umat Islam kepada Allah SWT.
"Saya berharap masyarakat sudah dewasa. Ini masalah khilafiyah fikih, masalah perbedaan pemikiran. Tidak perlu dibawa pada perpecahan, tetapi jadikan perbedaan ini untuk kita belajar lebih banyak," terang Cholil.
(Awaludin)