JAKARTA — Kelompok Houthi di Yaman memutuskan untuk melanjutkan serangan rudal dan drone terhadap jalur pelayaran serta Israel, menyusul serangan rezim Zionis Tel Aviv terhadap Iran, menurut dua pejabat kelompok tersebut. Langkah ini, yang belum diumumkan secara resmi oleh pimpinan Houthi, diambil sebagai bentuk dukungan terhadap Iran.
Salah satu pejabat mengatakan serangan pertama Houthi dapat terjadi paling cepat "malam ini."
Houthi sebelumnya telah menghentikan serangan mereka terhadap jalur pelayaran sebagai bagian dari kesepakatan dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang juga menghentikan serangan AS terhadap Houthi. Mereka juga menghentikan serangan terhadap Israel setelah gencatan senjata Oktober yang menghentikan pertempuran besar di Gaza.
Namun, setelah serangan terbaru Israel dan AS terhadap Iran, Houthi — yang didukung kuat oleh Teheran — tampaknya akan kembali melanjutkan aksinya di jalur-jalur pelayaran sekitar Yaman, terutama di Laut Merah.
Sebagaimana diberitakan, pada Sabtu (28/2/2026) Israel dan AS melancarkan serangan ke kota-kota Iran dengan dalih “menghilangkan ancaman.” Serangan tersebut di antaranya menyasar fasilitas sipil dan militer Iran, termasuk kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sejauh ini tidak diketahui jumlah korban dari serangan-serangan tersebut.
Iran telah menegaskan akan memberikan tanggapan atas serangan itu, yang dimulai dengan serangan drone dan rudal terhadap Israel beberapa jam setelah serangan awal Israel.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.