Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

JK soal Prabowo Jadi Mediator AS–Iran: Niat Baik, Tapi Konfliknya Terlalu Besar

Nur Khabibi , Jurnalis-Minggu, 01 Maret 2026 |16:12 WIB
JK soal Prabowo Jadi Mediator AS–Iran: Niat Baik, Tapi Konfliknya Terlalu Besar
Jusuf Kalla (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan kesiapan menjadi mediator dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang juga melibatkan Israel. Namun, JK mengingatkan bahwa konflik tersebut bukan persoalan kecil.

"Ya, niat dan rencana itu baik saja. Tapi ini situasi yang jauh lebih besar masalahnya. Israel dengan Palestina saja tidak bisa, sulit didamaikan," kata JK saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (1/3/2026).

Dalam kesempatan itu, JK juga menyinggung hubungan kerja sama Indonesia dengan Amerika Serikat yang dinilainya tidak seimbang dan berpotensi merugikan Indonesia.

"Sayangnya, Indonesia telah mengadakan perjanjian yang tidak seimbang, yang sangat merugikan Indonesia. Itu saja kita tidak setara dengan Amerika," ujarnya.

"Bagaimana mendamaikan pihak-pihak yang tidak setara dalam keadaan seperti ini, dalam hal perundingan seperti itu," sambungnya.

 

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan penyesalan atas gagalnya perundingan antara AS dan Iran yang berujung pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

"Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi," tulis Kemlu melalui akun X, Sabtu (28/2/2026).

Kemlu menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta penyelesaian perbedaan melalui jalur damai. Disebutkan pula, Presiden Prabowo siap bertolak ke Teheran apabila kedua pihak menyetujui mediasi tersebut.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog guna terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan, apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," ujar Kemlu.

Pemerintah RI juga mengingatkan bahwa peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia.

Kemlu turut mengimbau WNI di wilayah terdampak, khususnya di Iran, agar tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement