Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter

Binti Mufarida , Jurnalis-Minggu, 08 Maret 2026 |19:18 WIB
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi (foto: PVMBG)
A
A
A

JAKARTA - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mengalami erupsi pada Minggu (8/3/2026) pukul 09.37 WITA. 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Herman Yosef S Mboro mengatakan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke utara dan timur laut.

“Terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada hari Minggu, 8 Maret 2026 pukul 09.37 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 2.584 meter di atas permukaan laut,” ujar Herman.

Erupsi tersebut juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 7,4 mm dan durasi letusan selama 115 detik.

Gunung Lewotobi Laki-laki diketahui berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan posisi geografis pada koordinat 8,5389 LS dan 122,7682 BT serta memiliki ketinggian sekitar 1.584 meter di atas permukaan laut.

 

Saat ini status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Level III (Siaga). PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.

“Masyarakat agar tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” kata Herman.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Beberapa wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

PVMBG juga mengimbau masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pada sistem pernapasan.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement