Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Trump: Keputusan Akhiri Perang Iran Akan Dibuat Bersama Netanyahu

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 09 Maret 2026 |12:00 WIB
Trump: Keputusan Akhiri Perang Iran Akan Dibuat Bersama Netanyahu
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
A
A
A

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Minggu (8/3/2026) bahwa ia akan mengambil keputusan untuk mengakhiri perang AS-Israel di Iran secara bersama-sama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

"Saya pikir itu bersama-sama… sedikit. Kami telah berbicara. Saya akan mengambil keputusan pada waktu yang tepat, tetapi semuanya akan dipertimbangkan," kata Trump ketika ditanya apakah Netanyahu akan memiliki suara dalam keputusan tersebut selama wawancara telepon singkat dengan surat kabar Times of Israel.

Trump menolak untuk memberikan pendapat tentang kemungkinan Israel dapat melanjutkan serangannya setelah AS menghentikan serangannya, dengan mengatakan: "Saya rasa itu tidak perlu."

Gedung Putih mengatakan pada Jumat (6/3/2026) bahwa mereka memperkirakan perang akan berlangsung empat hingga enam minggu, tetapi jangka waktu tersebut telah berubah dengan cepat selama seminggu terakhir, dan Trump berulang kali menolak untuk menetapkan jangka waktu spesifik untuk perangnya.

 

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.200 orang termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi, dan pejabat militer senior.

Iran membalas dengan serangan gencar yang menargetkan pangkalan AS, fasilitas diplomatik, dan personel militer di seluruh wilayah, serta beberapa kota di Israel. Setidaknya enam anggota militer AS telah tewas.

Serangan drone dan rudal Iran terus meningkat, dengan laporan yang menunjukkan bahwa Teheran telah berulang kali menembakkan rudal yang berisi amunisi kluster ke Israel.

Sebelumnya pada Minggu, Majelis Pakar Iran mengumumkan bahwa mereka telah memilih Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru negara itu, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Korps Garda Revolusi Islam Iran dengan cepat memberikan dukungannya terhadap pengangkatan Khamenei.

 

Trump mengatakan dalam wawancara terpisah dengan ABC News bahwa Khamenei junior "tidak akan bertahan lama" tanpa persetujuannya.

"Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami," kata presiden AS itu. "Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama. Kami ingin memastikan bahwa kami tidak perlu kembali setiap 10 tahun, ketika Anda tidak memiliki presiden seperti saya yang tidak akan melakukan itu."

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement