Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tiga Skenario Perang Israel-AS vs Iran

Opini , Jurnalis-Selasa, 10 Maret 2026 |15:26 WIB
Tiga Skenario Perang Israel-AS vs Iran
Ridwan Al-Makassary (Foto: Dok)
A
A
A

Skenario Kedua: Perang Panjang Tanpa Akhir

Ada kemungkinan lain yang lebih berbahaya. Perang tidak meluas secara dramatis, tetapi juga tidak pernah benar-benar selesai. Serangan udara terus berlangsung. Iran akan menggunakan strategi pedrang atrisi dengan membalas dengan misil, drone, dan operasi proksi untuk melemahkan Israel-AS. Sedangkan Israel menyahuti dengan teknologi militer yang lebih canggih. AS tetap berada di belakang layar, dengan terlibat untuk menjaga keseimbangan, tetapi tidak cukup untuk mengakhiri konflik. Inilah bentuk perang modern, yaitu perang tanpa garis akhir.

Perang model ini tidak menghasilkan kemenangan mutlak, tetapi terus menguras energi politik, ekonomi, dan kemanusiaan. Perang seperti ini bisa berlangsung bertahun-tahun. Dunia mungkin tidak lagi menempatkannya sebagai berita utama, tetapi dampaknya tetap terasa di mana-mana. Perang yang mirip-mirip dengan terjadi antara Rusia dan Ukraina dan dahulu perang delapan tahun antara Iran dan Iran.

Skenario Ketiga: Perdamaian yang Rapuh

Skenario ketiga adalah yang paling diharapkan, tetapi juga yang paling sulit. Tekanan internasional dapat memaksa semua pihak yang berperang untuk menghentikan eskalasi. Negara-negara besar seperti China dan Rusia mungkin mendorong de-eskalasi demi stabilitas global. Negara-negara Eropa akan khawatir terhadap krisis energi dan gelombang pengungsi baru. Negara-negara teluk mengkhawatirkan oerang meluas ke Kawasan tersebut. Hasilnya bisa berupa gencatan senjata atau perjanjian tidak resmi untuk menghentikan serangan langsung.

Tetapi perdamaian seperti ini biasanya tidak benar-benar menyelesaikan masalah. Ia hanya menunda terbitnya konflik berikutnya. Sejarah Timur Tengah penuh dengan perjanjian damai yang rapuh. Ia hanya berupa kesepakatan yang bertahan cukup lama untuk memberi jeda, tetapi tidak cukup kuat untuk menghilangkan permusuhan dan dendam kesumat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement