Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Netanyahu Perdana Muncul sejak Perang Iran, Ancam Bunuh Mojtaba Khamenei

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Jum'at, 13 Maret 2026 |09:09 WIB
Netanyahu Perdana Muncul sejak Perang Iran, Ancam Bunuh Mojtaba Khamenei
PM Israel Benjamin Netanyahu
A
A
A

JAKARTA - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, muncul untuk pertama kalinya dalam konferensi pers sejak perang dengan Iran berlangsung pada 28 Februari 2026. Ia menyebut serangan Israel telah memberikan pukulan berat ke Iran. 

1. Kemunculan Perdana Netanyahu

Kemunculan Netanyahu ini sekaligus menjawab isu dirinya tewas, sebagaimana dilaporkan kantor berita semi pemerintah Iran, Tasnim. 

Melansir Al Jazeera, berbicara pada konferensi pers pada Kamis, Netanyahu mengatakan serangan Israel menewaskan ilmuwan nuklir Iran terkemuka dan menimbulkan kerusakan parah pada Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pasukan Basij.

"Iran bukan lagi Iran yang sama," kata Netanyahu, mengklaim serangan yang diluncurkan pada 28 Februari telah mencegah Iran memindahkan proyek nuklir dan balistiknya ke bawah tanah.

Ditanya tentang pemimpin tertinggi Iran yang baru terpilih, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dan pemimpin Hizbullah Naim Qassem, Netanyahu mengatakan dia tidak akan mengambil "asuransi jiwa" untuk kedua tokoh tersebut.

"Saya tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa untuk pemimpin organisasi teroris mana pun," katanya, melansir Reuters.

Ia mengatakan Khamenei adalah "boneka Garda Revolusi" yang tidak dapat tampil di depan umum setelah pemimpin tertinggi mengeluarkan pernyataan yang dibacakan di televisi pemerintah oleh seorang pembawa berita.

Menanggapi warga Iran yang turun ke jalan untuk memprotes pemerintah mereka, terakhir kali pada bulan Januari, Netanyahu mengatakan: 
"Kami berdiri di sisi Anda."

"Tetapi pada akhirnya ini terserah Anda, ini ada di tangan Anda," katanya.

 

Pernyataannya menggemakan pernyataan sebelumnya dari Presiden AS Donald Trump, yang berulang kali menyerukan warga Iran untuk bangkit dan menggulingkan pemerintah mereka, dengan mengatakan "saat kebebasan mereka sudah dekat".

Perdana menteri Israel itu juga mengatakan perang dengan Iran telah memungkinkan negaranya untuk menjalin aliansi di kawasan tersebut.

"Ini tidak mungkin terjadi di masa lalu, tetapi sekarang kami melakukan yang terbaik," katanya.

Iran telah melancarkan serangan drone dan rudal ke negara-negara Teluk, memaksa beberapa terminal minyak untuk menghentikan operasi dan menghancurkan citra keamanan.

Iran membela serangannya di kawasan itu, dengan mengatakan bahwa mereka hanya berupaya menargetkan aset AS di sana, tetapi negara-negara tetangganya mengatakan serangan tersebut telah merusak kepercayaan untuk masa mendatang.

Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu mengadopsi rancangan resolusi yang disponsori oleh Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara Teluk dan Yordania, menuntut agar Teheran segera menghentikan permusuhan.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement