Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisruh Ijazah Jokowi, Bonatua Soroti Rismon Sianipar: Dulu Yakin 11.000% Palsu Sekarang Asli

Arief Setyadi , Jurnalis-Jum'at, 13 Maret 2026 |20:55 WIB
Kisruh Ijazah Jokowi, Bonatua Soroti Rismon Sianipar: Dulu Yakin 11.000% Palsu Sekarang Asli
Bonatua Silalahi (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ahli Kebijakan Publik Bonatua Silalahi menyoroti perubahan sikap Rismon Sianipar yang sebelumnya meyakini ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) 11.000 persen palsu. Bahkan, kesimpulan tersebut diambil dalam waktu penelitian yang sangat luar biasa cepat, tidak sampai enam bulan.

"Namun perkembangan terbaru menunjukkan hal yang juga tidak kalah luar biasa. Dalam waktu 23 hari saja, setelah melihat dokumen dari jarak sekitar 30 cm, kesimpulannya berubah: ijazah tersebut dinyatakan asli," kata Bonatua, Jumat (13/3/2026).

Sebagai peneliti, Bonatua menghormati setiap proses penelitian. Namun, metodologi penelitian yang begitu cepat ini benar-benar menarik perhatian, terlebih lagi untuk mendapatkan 5 spesimen Data sekunder Fotokopi Ijazah Jokowi terlegalisir secara resmi dari KPU Republik Indonesia, ia membutuhkan waktu enam bulan, belum lagi butuh waktu menganalisis dan menuangkannya ke dalam tulisan.

"Semoga saja metode penelitian dari para alumni Yamaguchi University ini suatu hari dapat diajarkan kepada para mahasiswa Disertasi di seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia. Dengan demikian, para calon Doktor tidak perlu lagi menjalani proses penelitian selama tiga semester bahkan lebih, cukup beberapa minggu saja sudah bisa menghasilkan kesimpulan ilmiah yang sangat pasti," imbuhnya.

Bonatua secara pribadi menilai peristiwa ini justru semakin menegaskan satu hal penting, bahwa kesimpulan ilmiah tidak boleh dibangun dari emosi atau dari data yang belum terverifikasi secara metodologis. Penelitian bukanlah bahan pelecehan apalagi, itu adalah tingkat pencarian kebenaran Ilmiah tertinggi diatas persidangan manapun. 

"Penelitian yang baik harus bertumpu pada data autentik, metodologi yang jelas, dan proses verifikasi yang dapat diuji oleh publik," pungkasnya.

Diketahui, Rismon Sianipar belakangan menuai sorotan, bukan hanya soal pengajuan restorative justice dalam kasus dugaan fitnah ijazah Jokowi. Namun, ia berubah sikap setelah melakukan kajian lanjutan terhadap ijazah Jokowi.

Kala bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Rismon menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli setelah melakukan kajian lanjutan dengan sejumlah pendekatan teknis. Ia juga meminta maaf kepada Jokowi sebagai bentuk tanggung jawab akademik sebagai peneliti untuk siap mengoreksi temuannya bila ada data baru.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement