Pakistan membantah klaim Afghanistan tersebut.
Berbicara kepada wartawan di lokasi kejadian, Zaman mengatakan, "(Kami) sedang mencari korban luka dan pasien yang dirawat."
Pernyataannya muncul setelah Kementerian Informasi Pakistan menolak tuduhan Kabul mengenai serangan tersebut. Islamabad menyebut pihaknya "secara tepat menargetkan instalasi militer dan infrastruktur pendukung teroris, termasuk penyimpanan peralatan teknis dan amunisi Taliban Afghanistan serta Fitna al-Khawarij di Kabul dan Nangarhar (provinsi) yang digunakan untuk melawan warga sipil Pakistan yang tidak bersalah."
"Ledakan amunisi yang disimpan setelah serangan, yang digunakan oleh proksi teror utama, sepenuhnya bertentangan dengan klaim palsu tersebut," tambah kementerian itu, sebagaimana dilansir TRT.
Juru Bicara Pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengutuk apa yang disebutnya sebagai "tindakan yang bertentangan dengan semua prinsip yang diterima dan kejahatan terhadap kemanusiaan."