Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Macet Horor saat Mudik Lebaran, Pembayaran Tol Tanpa Gerbang Bisa Jadi Solusi?

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Jum'at, 20 Maret 2026 |18:31 WIB
Macet Horor saat Mudik Lebaran, Pembayaran Tol Tanpa Gerbang Bisa Jadi Solusi?
Macet Horor saat Mudik Lebaran/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Kemacetan panjang di pintu tol menjadi persoalan saat mudik Idul Fitri 2026. Antrean kendaraan mengular panjang di berbagai ruas tol. Kondisi ini membuat perjalanan yang biasanya cepat berubah menjadi macet horor.

Salah satu warga, Yosep (57) mengaku terjebak kemacetan panjang sejak memasuki gerbang tol layang layang Sheik Mohamad bin Zayed (MBZ).

“Saya berangkat pukul 15.00, macet di pintu toll masuk ke arah Bekasi dan pintu tol Cikarang Utama,” ujar Yosep, dikutip Jumat (20/3/2026).

Yosep yang ingin mudik ke kampung halamannya di Rembang, Jawa Tengah itu menyebut, kemacetan terjadi karena ada penumpukan kendaraan yang hendak masuk ke area contra flow.

Selain itu kemacetan juga terjadi di pintu tol saat pemudik hendak menempelkan kartu  e-money untuk membayar ongkos tol.  “Mungkin karena beberapa pemudik kekurangan saldo,” imbuhnya.

Dia berharap, pemerintah segera menyelesaikan persoalan macet panjang selama mudik yang sudah menjadi ritual tahunan ini.

Salah satunya dengan penataan dengan menerapkan teknologi pembayaran jalan tol nir sentuh nir henti berbasis aplikasi (Multi Lane Free Flow) untuk mengurangi kemacetan.

“Jangan sampai diulang-ulangi lagi. Kasihan banyak orang stress dan bisa meningkatkan risiko kecelakaan,” pungkasnya.

 

Pengamat Transportasi Anton Budiharjo, mengatakan kemacetan di pintu tol pada saat mudik kali ini merupakan gejala klasik,suatu  fenomena bottleneck kapasitas akibat sistem transaksi.

“Dalam teori lalu lintas, kapasitas ruas jalan akan turun signifikan ketika terdapat titik gangguan atau friction point, seperti gerbang tol yang mengharuskan kendaraan melambat atau berhenti,” ujarnya.

Saat ini kata dia,  sistem masih menggunakan transaksi tapping dengan e-money. Padahal volume lalu lintas meningkat hingga 2–3 kali lipat. Waktu layanan per kendaraan di gate berkisar antara 4–5 detik. Dalam kondisi arus puncak, selisih waktu beberapa detik saja dapat terakumulasi menjadi antrean panjang.

Akibatnya, terjadi hambatan berupa bottleneck yang membuat antrean menumpuk hingga ke lajur utama dan mengganggu arus lalu lintas mudik. Jadi, persoalan utamanya bukan hanya tingginya volume kendaraan, tetapi juga ketidakseimbangan antara kapasitas layanan di gerbang tol dengan lonjakan permintaan yang bersifat musiman.

Menurut dia, ada  solusi jangka pendek dan solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan kemacetan di pintu tol.  Selain itu, dapat diterapkan manajemen lajur dan rekayasa lalu lintas lainnya, seperti contraflow dan kebijakan sejenis.

Namun secara struktural, solusi paling efektif adalah menghilangkan titik henti tersebut. Inti permasalahannya adalah adanya friction point di tengah jalan tol. Jika titik henti ini dihilangkan, arus lalu lintas akan menjadi free flow.

 

“Analogi sederhananya seperti aliran air dalam selang. Jika selang ditutup, akan terjadi hambatan. Jika dibuka, air mengalir lancar. Prinsip yang sama berlaku pada lalu lintas. Cara menghilangkannya adalah melalui sistem pembayaran nirsentuh dan nirhenti (multi lane free flow),”pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian menjelaskan, saat ini pengembangan MLFF telah memasuki tahap pra-uji coba.

Tahap tersebut dilakukan setelah pemerintah dan mitra badan usaha pelaksana yakni PT. Roatex Indonesia Toll Sistem menyepakati pembagian tahapan program yang meliputi pra-uji coba, uji coba, dan evaluasi.

“Kami akan melakukan uji coba kembali dengan sistem MLFF ini. Saat ini kami masih berada dalam tahap pra-uji coba,” kata Wilan.

Sejak beberapa hari terakhir, kata dia telah dilakukan functional test untuk memastikan sistem dapat menjalankan berbagai skenario transaksi yang telah dirancang.

“Sejauh ini sudah dicoba sebanyak 64 skenario, dan hasilnya seluruh skenario tersebut dapat dilaksanakan serta dapat dinilai,” pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement