Di tengah lonjakan ketegangan geopolitik saat ini, terutama perang antara AS–Israel dengan Iran yang telah berlangsung hampir sebulan, banyak yang menafsirkan quatrains Nostradamus ini sebagai salah satu skenario yang diramalkan sang astrolog. Beberapa menafsirkan “tujuh bulan” sebagai periode perang sekitar setengah tahun, misalnya Maret hingga September 2026, seiring laporan bahwa militer AS sedang mempersiapkan operasi jangka panjang melawan Iran.
Kota-kota Prancis yang disebutkan dinilai sebagai pertanda bahwa perang bisa menyebar hingga ke Eropa Barat.
Selain quatrains “tujuh bulan perang”, beredar pula kutipan lain dari Nostradamus yang dianggap relevan dengan tahun 2026. Di antaranya petikan tentang “swarm of bees” yang muncul di malam hari, yang sebagian ahli modern menafsirkan sebagai metafora serangan drone atau pesawat nirawak.
Para sejarawan dan ahli filsafat ilmu menekankan bahwa Nostradamus tidak membuat prediksi yang bisa diuji secara ilmiah. Kalimat-kalimatnya dirancang kabur dan puitis, sehingga dapat dihubungkan dengan banyak kejadian berbeda di berbagai masa. Fenomena ini mirip efek self‑fulfilling prophecy dan confirmation bias: ketika perang dan konflik sudah terjadi, orang mencari kutipan yang cocok lalu menganggapnya sebagai “bukti” bahwa Nostradamus benar.