Saat Riki memblokade jalur setengah, tampak intensitas arus kendaraan mulai tampak berkurang. Tapi tak bertahan lama. Riki lantas tancap gas ke arah Garut.
Di sana, Riki tak lepas dari handy talkie-nya untuk memantau lalin Lingkar Gentong yang mengarah perbatasan Tasik-Garut. Hampir satu jam, dia mengatur lalin dari sisi pinggir jalan, yang terik itu. Sesekali dia kembali ke motor patwal--membuka boks samping yang berisi sebotol air minum.
Patroli terus berjalan. Riki maju ke depan mengambil sisi lebih pinggir di jalan raya itu. Helm dibuka, kancing jaket patroli dilepas sebagian, dan dia lantas duduk di aspal samping marka jalan.
"Namanya juga manusia, polisi juga ada capeknya," kata Riki seraya menyeka keringatnya dikutip, Selasa (24/3/2026).
Sembari duduk, tangan Riki tak lepas mengatur arus kendaraan pemudik. Mulut juga tak lepas dekat HT untuk berkoordinasi.
"Ayo jalan terus," katanya ke arah jalan raya.