JAKARTA - Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma, atau yang dikenal sebagai Dokter Tifa, membantah dugaan bahwa pihaknya telah menerima uang Rp50 miliar untuk memainkan isu ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Dokter Tifa menyebut dugaan penerimaan uang tersebut merupakan fitnah.
"Ini ada isu yang baru bergulir juga ya, itu tentang uang Rp50 miliar yang katanya sudah diserahkan kepada kami. Ini saya katakan di sini bahwa itu sama sekali tidak betul! Itu adalah fitnah! Fitnah yang sangat keji terhadap kami," ujar Dokter Tifa saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026).
Dokter Tifa menegaskan, pihaknya tidak menerima sepeser pun dari pihak tertentu untuk memainkan isu ijazah Jokowi. Bahkan, ia mengaku tak punya bohir, atau pemberi dukungan finansial, untuk mendanai isu tersebut.
"Satu ya, kami tidak menerima sepeser pun uang dari siapa pun. Kami sama sekali tidak punya bohir. Kami bekerja, berjuang dengan jerih payah kami sendiri," tegas Dokter Tifa.
Ia juga menegaskan, pihaknya akan menolak dana dari pihak tertentu untuk membiayai gerakan pengungkapan ijazah Jokowi. Menurutnya, dana tersebut lebih baik disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu.
"Artinya, siapa pun yang akan menawarkan uang, berapa pun jumlahnya, salurkan kepada rakyat yang masih menderita. Salurkan itu sebagai sedekah, salurkan itu sebagai bantuan untuk biaya pendidikan anak-anak kita yang ada dalam keluarga miskin dan perlu dibantu," terang Dokter Tifa.
"Tidak usah diberikan kepada kami dalam bentuk apa pun yang justru membuat kami menjadi lemah dalam perjuangan ini," pungkasnya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.