Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ngeri, Langit Merah Darah di Australia saat Siklon Narelle Menerjang!

Arief Setyadi , Jurnalis-Minggu, 29 Maret 2026 |14:02 WIB
Ngeri, Langit Merah Darah di Australia saat Siklon Narelle Menerjang!
Langit merah darah di Australia (Foto: The Sun)
A
A
A

Pihak berwenang mencatat kerusakan pada bangunan, SPBU, dan Bandara Learmonth, meskipun tidak ada laporan korban luka. Angin kencang juga mengancam wilayah pertanian, termasuk perkebunan pisang di dekat Carnarvon. Petani Doriana Mangili mengatakan kepada News.com.au: “Jika angin bertiup sesuai perkiraan – yang saat ini diperkirakan mencapai 180-190 km/jam – maka kemungkinan besar tidak akan ada pisang yang tersisa. Pohon-pohon itu tidak memiliki sistem akar yang besar, jadi kecepatan apa pun di atas 100 km/jam akan menjatuhkan pohon pisang dan Anda harus memulai dari awal lagi. Kecuali terjadi keajaiban… maka kemungkinan besar kita tidak akan memiliki apa pun yang tersisa pada hari Sabtu.”

Operasi gas utama juga terganggu karena infrastruktur rusak akibat jalur siklon, memaksa perusahaan menghentikan produksi.

Para ahli menekankan langit merah darah, meskipun dramatis, bukan hal yang tidak biasa di Australia. Insiden serupa pernah terjadi pada 2009, ketika debu terbawa ribuan kilometer, mengubah langit menjadi oranye hingga sejauh Sydney. Para ilmuwan menegaskan bahwa peristiwa ini disebabkan oleh erosi angin alami dan dapat diperburuk oleh kondisi kekeringan, bukan pertanda bencana yang lebih luas.

Meskipun siklon telah diturunkan statusnya, pihak berwenang memperingatkan bahwa kondisi masih berbahaya dan peringatan darurat tetap berlaku.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement