Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Prabowo Disambut Pasukan Tradisional Korea: Sebagai Mantan Tentara, Saya Sangat Terhormat

Binti Mufarida , Jurnalis-Rabu, 01 April 2026 |14:18 WIB
Prabowo Disambut Pasukan Tradisional Korea: Sebagai Mantan Tentara, Saya Sangat Terhormat
Prabowo Disambut Pasukan Tradisional Korea: Sebagai Mantan Tentara, Saya Sangat Terhormat (Biro Pers Setpres)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto disambut upacara kenegaraan saat melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Korea Lee Jae Myung di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), Rabu (1/4/2026). Upacara kenegaraan itu berlangsung khidmat dan penuh penghormatan, mencerminkan makin eratnya hubungan kedua negara. 

Setibanya di kompleks Blue House, Presiden Prabowo disambut secara resmi oleh Presiden Lee Jae Myung di depan gedung utama. Prosesi penyambutan diawali pengawalan pasukan berkostum tradisional Korea yang memandu rombongan memasuki area istana, menghadirkan nuansa kehormatan khas kenegaraan Republik Korea.

Kedua kepala negara kemudian bersama-sama menuju lokasi upacara penyambutan. Rangkaian acara dimulai dengan penghormatan di mimbar kehormatan, dilanjutkan pemutaran lagu kebangsaan kedua negara. Prosesi dilanjutkan dengan inspeksi pasukan serta perkenalan delegasi resmi dari kedua negara.

Usai upacara penyambutan, Presiden Prabowo melaksanakan agenda pengisian buku tamu kenegaraan dan sesi foto bersama Presiden Lee Jae Myung sebagai simbol persahabatan. Pertemuan kemudian berlanjut dalam format tête-à-tête yang berlangsung hangat dan konstruktif, sebelum dilanjutkan pertemuan bilateral yang melibatkan delegasi masing-masing negara. 

Dalam pertemuan bilateral, Presiden Prabowo didampingi sejumlah menteri dan pejabat tinggi. Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Republik Korea Cecep Herawan.

Sementara itu, Presiden Lee Jae Myung didampingi jajaran pejabat tinggi pemerintah Republik Korea, termasuk Wakil Perdana Menteri/Menteri Keuangan dan Ekonomi Koo Yun-cheol, Wakil PM/Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi Komunikasi Bae Kyung-hoon, Menteri Luar Negeri Cho Hyun, Menteri Perdagangan, Industri dan Sumber Alam Kim Jungkwan, Chief of Staff Kang Hoon-sik, Direktur Keamanan Nasional Wi Sung-lac, Direktur Kebijakan Nasional Kim Yong-beom, Duta Besar ROK untuk Indonesia Yoon Soongu, serta Menteri Administrasi Program Pengadaan Pertahanan Lee Yong Cheol.

Dalam pengantarnya, Presiden Lee Jae Myung menyambut hangat kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke negaranya. Ia menyambut baik komitmen kedua negara untuk memajukan hubungan bilateral ke tingkat tertinggi.

“Pada kesempatan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Korea ini, sungguh bermakna bahwa kita akan menuai hasil bersejarah dalam meningkatkan hubungan bilateral kita menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus, dan Republik Korea hanya memiliki satu hubungan seperti ini dengan negara mana pun di dunia,” ungkap Presiden Lee.

 

Sementara itu, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa senang dan terhormat bisa bertemu kembali dengan Presiden Lee setelah terakhir keduanya bertemu di Gyeongju pada sela-sela pertemuan para pemimpin ekonomi APEC November tahun 2025 lalu. Ia pun mengapresiasi sambutan hangat pihak Korea kepadanya dalam kunjungan kali ini.

“Saya juga ingin menyampaikan apresiasi tertinggi saya atas sambutan hangat dan upacara yang luar biasa yang diberikan kepada saya. Ini adalah kehormatan besar yang saya alami hari ini. Sebagai mantan tentara, saya sangat merasa terhormat diterima dengan upacara yang begitu indah,” ujar Presiden Prabowo.

Momentum penting dalam kunjungan ini ditandai pertukaran dokumen kerja sama antara Indonesia dan Republik Korea. Sebanyak sepuluh nota kesepahaman telah ditandatangani sebagai bentuk konkret penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor.

Rangkaian kegiatan kenegaraan kemudian dilanjutkan jamuan santap siang kenegaraan yang diselenggarakan Presiden Republik Korea sebagai bentuk penghormatan kepada Presiden Prabowo dan delegasi Indonesia.

Kunjungan ini bukan sekadar pertemuan bilateral, tetapi tonggak sejarah baru. Dari Blue House, Indonesia dan Korea Selatan menegaskan komitmen untuk melangkah bersama dan membangun kemitraan yang lebih dalam, lebih strategis, dan lebih berdampak bagi stabilitas serta kemakmuran kawasan Indo-Pasifik.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement