JAKARTA - Ketua Umum Kami Jokowi-Gibran, Razman Nasution mengungkapkan, bahwa tersangka kasus dugaan fitnah ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yakni Rismon Sianipar, merasa dirinya dipolitisasi dan dieksploitasi.
Razman mengatakan, pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh Rismon kepadanya. Dalam pernyataannya, Rismon juga menyinggung nama Roy Suryo.
“Dia merasa dipolitisasi, terutama oleh Roy Suryo. Ini bahasa dia ke saya. Dia merasa bukan hanya dipolitisasi, tapi juga dieksploitasi,” ujar Razman dalam program INTERUPSI, Kamis (2/4/2026).
Razman kemudian menyinggung soal buku Jokowi’s White Paper yang disebut ditulis bersama oleh Rismon, Roy Suryo, dan Tifauzia Tyassuma. Menurutnya, Rismon mengklaim kontribusi penulisannya jauh lebih besar dibanding penulis lain.
“Dalam buku itu, Rismon mengaku menulis sekitar 480 halaman, sementara Roy Suryo disebut hanya sekitar 49 halaman yang sebagian berasal dari percakapan WhatsApp,” kata Razman.
Selain itu, Razman menyebut Rismon juga menduga adanya pihak lain di balik penggiringan isu ijazah palsu tersebut. Namun, Rismon tidak menyebutkan identitas pihak yang dimaksud.
“Dia menduga ada orang di balik ini, tapi tidak mau menyebut nama,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.