"Oleh karena itu, maka kita bisa juga dari sejarah, kita bisa melihat bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam perang saat itu juga di sampingnya ada Ali, ada Umar, ada Usman, ada sahabat-sahabat yang lainnya yang mereka semuanya berpegang kepada wa'tashimu bihablillahi jami'an wala tafarraqu," tuturnya.
"Karena kalau kondisi perang seperti itu maka tidak perlu semestinya untuk membesar-besarkan perbedaan mazhab dan agama. Ya, kalau kita juga melihat saat ini bahkan Israel lah yang memisah-misahkan antar agama,"pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.