Ia menambahkan, kegiatan tidak hanya berupa kunjungan, tetapi juga diskusi dan edukasi mengenai sejarah bangsa serta konsep pemerintahan.
“Kita ajak mereka berdiskusi, tanya jawab, mengenal sejarah bangsa, serta melihat langsung tempat di mana keputusan besar negara diambil,” ujarnya.
Program ini, lanjut Teddy, akan diperluas ke seluruh Istana Kepresidenan di Indonesia.
“Kita memiliki delapan Istana, dan semuanya akan dibuka untuk pelajar, termasuk dari luar Jakarta dan luar Pulau Jawa,” katanya.
Ia menegaskan, tidak ada seleksi khusus bagi sekolah yang ingin mengikuti program tersebut.
“Tidak ada seleksi khusus. Sekolah bisa mendaftar dan nanti akan diatur oleh panitia,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.