Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Helikopter PK-CFX Diduga Jatuh di Perbukitan Terjal Sekadau Kalbar

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Kamis, 16 April 2026 |19:09 WIB
Helikopter PK-CFX Diduga Jatuh di Perbukitan Terjal Sekadau Kalbar
Helikopter hilang kontak di Sekadau, Kalimantan Barat (Foto: Ilustrasi/Ist)
A
A
A

JAKARTA  — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyampaikan perkembangan terbaru terkait helikopter PK-CFX yang hilang kontak di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Helikopter tersebut dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 waktu setempat atau sekitar lima menit setelah lepas landas.

Kepala Basarnas, Marsdya Mohammad Syafii, menjelaskan titik hilang kontak berada di koordinat 0°10'51.91" LS - 110°47'25.49" BT. Sementara itu, sinyal darurat dari Emergency Locator Transmitter (ELT) terdeteksi di koordinat 0°12'0.00" LS - 110°44'0.00" BT, dengan datum di 0°11'30.39" LS - 110°45'43.72" BT.

Secara administratif, lokasi kejadian berada di wilayah Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Menurut Syafii, kondisi medan di lokasi cukup sulit dijangkau karena berada di kawasan hutan lebat dengan kontur perbukitan yang terjal.

“Kondisi medan lokasi jatuhnya atau hilangnya kontak berada di kawasan hutan rimbun dengan topografi perbukitan terjal,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Dalam upaya pencarian, Basarnas mengerahkan Helikopter Super Puma milik TNI AU pada pukul 13.10 WIB untuk melakukan penyisiran udara di sekitar lokasi hilang kontak. Dari hasil pemantauan udara, tim menemukan serpihan yang diduga merupakan bagian ekor helikopter tersebut.

“Pada pukul 15.25 WIB, Heli Super Puma TNI AU kembali ke Lanud Supadio. Hasil pemantauan ditemukan serpihan yang diduga ekor pesawat Helikopter Airbus H130 PK-CFX pada jarak kurang lebih 3 kilometer ke arah barat dari titik awal hilang kontak,” ujar Syafii.

Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada tim darat yang masih berupaya mencapai lokasi, meski terkendala medan yang sulit.

Hingga kini, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, perangkat desa, serta potensi SAR Kabupaten Sintang terus berupaya menembus titik koordinat pancaran sinyal ELT.

Diketahui, helikopter tersebut membawa delapan orang, terdiri dari dua kru dan enam penumpang. Kru helikopter yakni pilot Captain Marindra W. dan EOB Harun Arasyid, sementara enam penumpang masing-masing bernama Patrick K., Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement