Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tentara Penjaga Perdamaian Prancis Tewas dalam Serangan di Lebanon Selatan

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 19 April 2026 |11:38 WIB
Tentara Penjaga Perdamaian Prancis Tewas dalam Serangan di Lebanon Selatan
Ilustrasi.
A
A
A

Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin mengatakan patroli tersebut diserang saat menjalankan misi membuka jalan menuju pos UNIFIL yang terisolasi akibat pertempuran di daerah tersebut. Prajurit itu tewas akibat tembakan senjata ringan langsung, katanya. UNIFIL menambahkan serangan itu terjadi di desa Ghandouriyeh, Lebanon Selatan.

Tentara Lebanon mengutuk penembakan itu dan mengatakan telah membuka penyelidikan. Presiden Aoun menyampaikan belasungkawa dan memerintahkan penyelidikan segera, sementara Perdana Menteri Salam juga mengutuk serangan tersebut.

UNIFIL pertama kali dikerahkan pada tahun 1978 dan tetap berada di sana selama konflik berturut-turut, termasuk perang tahun 2024 di mana posisinya berulang kali menjadi sasaran tembakan.

Insiden ini terjadi hanya beberapa bulan setelah tentara UNIFIL asal Indonesia tewas akibat tembakan tank Israel di Lebanon Selatan.

Israel dan Lebanon menyepakati “penghentian permusuhan” pada 16 April pukul 21.00 GMT untuk periode awal 10 hari guna memungkinkan negosiasi perdamaian antara kedua negara, menurut teks kesepakatan yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS).

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement