Di hari keenam, Selvanus sudah hampir kehilangan kesadaran. Dengan semua perlengkapan, termasuk sepatunya hanyut, Selvanus mulai berhalusinasi.
"Hari keenam itu saya sudah melihat alam lain. Saya mulai mengobrol dan berkomunikasi. Mungkin itu hanya halusinasi saja,” ujarnya.
Anehnya, dalam kondisi itu, Selvanus masih dapat terus berjalan, bahkan sampai hari kesebelas. Dia bahkan berhasil menyeberangi sungai selebar 200 meter dan mencapai Timika. Dia ditemukan oleh warga setelah hilang di hutan selama 18 hari.
"Saat itu saya hanya tinggal tulang berbalut kulit, mata yang terus berputar liar dan telapak kaki yang bengkak akibat tertancap potongan kayu. Dokter yang memeriksa saya saat itu menyatakan bebas dari penyakit malaria dan cacing tambang," kenangnya.