Setelah insiden jatuhnya pesawat AS oleh pasukan Iran awal bulan ini, Trump juga dilaporkan berteriak kepada staf selama berjam-jam di Sayap Barat Gedung Putih.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran sendiri terus meningkat sejak 28 Februari, saat serangan udara gabungan AS-Israel menghantam sejumlah target strategis di Iran. Teheran kemudian membalas dengan serangan ke berbagai titik di Timur Tengah, termasuk berdampak pada jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.
Meski gencatan senjata sementara telah tercapai, situasi di kawasan masih belum stabil dan perundingan damai belum menunjukkan titik terang.
Ketua parlemen Iran, Mohammed Bagher Qalibaf, menegaskan negaranya tidak akan bernegosiasi di bawah tekanan. “Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman,” tulisnya di platform X.
Di tengah eskalasi ini, Iran diyakini memiliki kemampuan teknologi pengayaan uranium yang berpotensi mengarah pada pengembangan senjata nuklir, meski belum diakui secara resmi sebagai negara pemilik senjata nuklir.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.