Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 28 April 2026 |16:10 WIB
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
Jet tempur F-5 Iran.
A
A
A

JAKARTA – Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam perang yang berlangsung antara Washington dan Teheran. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa Iran menimbulkan kerusakan yang jauh lebih dahsyat terhadap instalasi militer AS di Timur Tengah dari yang diakui Pentagon selama ini.

Laporan dari NBC News tersebut didasarkan pada temuan dari lembaga think tank konservatif American Enterprise Institute (AEI), serta wawancara dengan tiga pejabat AS, dua ajudan Kongres, dan satu orang lain yang mengetahui skala kerusakan tersebut. Laporan ini juga memunculkan sorotan baru terhadap Pemerintahan Presiden Donald Trump mengenai skala sebenarnya dari kerugian militer dan manusia akibat serangan balasan Iran.

Menurut laporan tersebut, Iran menyerang lebih dari 100 target di 11 pangkalan AS di Timur Tengah, termasuk lokasi di Arab Saudi, Qatar, dan Kuwait. Dua pejabat mengatakan kepada NBC News bahwa insiden dengan jet F-5 itu adalah "pertama kalinya pesawat sayap tetap (fixed-wing) musuh menyerang pangkalan militer Amerika dalam beberapa tahun terakhir."

Jet tempur F-5 adalah pesawat tua yang mulai diproduksi pada 1959, hampir 70 tahun lalu. Secara teknologi, pesawat ini tertinggal sangat jauh dari sistem pertahanan udara dan jet-jet tempur yang dioperasikan AS saat ini, termasuk rudal Patriot dan F-16.

Jika laporan mengenai jet tempur jadul yang berhasil melakukan pengeboman terhadap pangkalan AS tanpa ditembak jatuh ini terkonfirmasi, hal tersebut akan menimbulkan pertanyaan besar pada keefektifan sistem pertahanan udara AS, terutama di negara-negara Teluk.

Klaim dalam laporan NBC News ini juga sangat kontras dengan pernyataan Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada pengarahan Pentagon tanggal 30 Maret, ketika ia mengatakan kepada wartawan bahwa rudal Iran tidak akan mencapai targetnya. "Hampir tidak ada yang dapat mereka lakukan secara militer. Ya, mereka masih akan menembakkan beberapa rudal, tetapi kami akan menembak jatuh rudal-rudal tersebut," ujarnya saat itu.

Kerusakan Perang Dilaporkan Melebihi USD 5 Miliar

Penilaian AEI memperkirakan bahwa Iran menyebabkan kerusakan lebih dari USD 5 miliar (sekitar Rp79 triliun) selama serangan tersebut. Tak hanya itu, serangan itu juga dilaporkan menewaskan 13 anggota militer AS dan menyebabkan hampir 400 lainnya luka-luka, berdasarkan perhitungan terbaru.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement