Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

TIDAR Desak Pembenahan Total Sistem Daycare Buntut Kekerasan Anak di Yogya

Felldy Utama , Jurnalis-Rabu, 29 April 2026 |11:56 WIB
TIDAR Desak Pembenahan Total Sistem Daycare Buntut Kekerasan Anak di Yogya
Ketua Bidang Pengembangan Peranan Perempuan PP TIDAR, Shalimar Anwar Sani (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA — Kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Yogyakarta, menjadi alarm keras bagi negara bahwa perlindungan anak di Indonesia belum berjalan secara utuh dan sistemik. Kejadian ini memicu keprihatinan luas dan menjadi sorotan serius terkait lemahnya sistem perlindungan anak di Indonesia.

Ketua Umum TIDAR, Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, menilai kasus ini sebagai peringatan keras bagi negara dalam memastikan perlindungan anak berjalan optimal. “Ini menjadi tamparan keras bagi negara. Kita harus meningkatkan kemampuan kita untuk melakukan pengawasan di level terbawah,” ujarnya, dikutip Rabu (29/4/2026).

Ia mengimbau dinas terkait seperti Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinPPPA) untuk memperkuat koordinasi dengan elemen masyarakat, termasuk kader PKK serta pekerja sosial hingga tingkat desa.

Keterlibatan aktif masyarakat, menurutnya, menjadi kunci dalam memastikan setiap lembaga pengasuhan anak berjalan sesuai standar dan tidak menyimpang dari tujuan utamanya.

“Saya menghimbau Dinsos dan DinPPPA bekerjasama dengan ibu-ibu PKK serta para pekerja sosial di setiap daerah sampai ke level desa untuk melakukan pengawasan atas setiap organisasi sosial di wilayah masing-masing. Tentu tetap dengan menjaga keamanan dan privasi semua yang dilayani,” tegasnya.

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, menjadi alarm keras bagi negara bahwa perlindungan anak di Indonesia belum berjalan secara utuh dan sistemik. Peristiwa tersebut tidak bisa dipandang sebagai kasus tunggal. Ini adalah cerminan dari lemahnya pengawasan, longgarnya standar operasional, serta belum terintegrasinya sistem perlindungan anak dalam layanan pengasuhan sehari-hari. 

Ketika tempat yang seharusnya menjadi ruang aman justru menjadi sumber trauma, maka negara tidak boleh diam. Pimpinan Pusat TIDAR melalui Bidang Pengembangan Peranan Perempuan menyatakan sikap tegas: perlindungan anak harus ditempatkan sebagai prioritas nasional yang tidak bisa ditawar. TIDAR pun mendorong langkah strategis sebagai berupa penegakan hukum yang tegas dan transparan, tanpa kompromi terhadap seluruh pihak yang terlibat.

Kemudian, audit nasional terhadap seluruh lembaga daycare, termasuk legalitas, standar operasional, dan kualitas tenaga pengasuh; serta reformasi regulasi lintas sektor, guna menghadirkan standar nasional yang ketat dan terukur dalam layanan pengasuhan anak; dan profesionalisasi tenaga pengasuh, melalui sertifikasi dan peningkatan kapasitas berbasis perlindungan anak.

Sebagai organisasi kepemudaan yang berkomitmen pada pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, TIDAR menegaskan peran perempuan sangat strategis dalam ekosistem pengasuhan. Namun, tanggung jawab ini tidak boleh dibebankan hanya pada individu, negara harus hadir melalui sistem yang kuat dan dapat dipercaya.

"Jika negara gagal memastikan keamanan anak bahkan di ruang pengasuhan, maka yang kita hadapi bukan sekadar kelalaian, tetapi krisis kepercayaan publik. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan dalam bentuk apa pun. Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi soal keberpihakan nyata negara terhadap masa depan generasi bangsa," ujar Ketua Bidang Pengembangan Peranan Perempuan PP TIDAR, Shalimar Anwar Sani.

Ia menambahkan, pembenahan harus dilakukan, jangan sampai kejadian tersebut terulang. "Kita tidak bisa menunggu kasus berikutnya untuk bertindak. Reformasi sistem daycare harus dilakukan sekarang secara menyeluruh, terukur, dan berkelanjutan. Anak-anak Indonesia berhak tumbuh dalam rasa aman, bukan ketakutan," katanya.

TIDAR mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat budaya pelaporan, serta bersama-sama mengawal terciptanya ekosistem pengasuhan anak yang aman dan berintegritas. Ke depan, TIDAR berkomitmen untuk terus mengawal isu ini dan mendorong kebijakan yang berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak Indonesia.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement