Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Gunakan Metode TAA Usut Penyebab Tabrakan Kereta Argo Bromo dan KRL di Bekasi

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Rabu, 29 April 2026 |19:38 WIB
Polisi Gunakan Metode TAA Usut Penyebab Tabrakan Kereta Argo Bromo dan KRL di Bekasi
Polisi Gunakan Metode TAA Usut Penyebab Tabrakan/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Polisi masih menyelidiki penyebab tabrakan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Polisi menggunakan metode Traffic Accidents Analysis (TAA) untuk mengungkap kecelakaan tersebut.

Metode TAA dilakukan guna mendapatkan data yang akurat terkait rangkaian peristiwa. Polisi mengungkapkan bahwa insiden berawal dari kecelakaan antara KRL dengan taksi listrik di perlintasan sebidang Jalan Ampera.

”Kecelakaan itu diakibatkan korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik. Dimana tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera,” kata Kepala Seksi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, Rabu (29/4/2026).

Akibat gangguan tersebut, taksi listrik terseret dan mengganggu jalur kereta. Situasi itu kemudian memicu rangkaian kejadian hingga berujung tabrakan maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.

Sementara untuk mengungkap secara detail kronologi kecelakaan, Korlantas mengerahkan dua jenis teknologi TAA, yakni TAA statis menggunakan kamera lidar yang mampu merekam kondisi sekitar secara 360 derajat, serta TAA portable dengan tampilan helicopter view.

Kementerian Perhubungan sebelumnya memaparkan kronologi tabrakan itu yang bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement