Menurut Nasaruddin, Jokowi kemudian meminta agar rencana tersebut dikoordinasikan dengan kementerian terkait. Namun, proyek itu sempat terkendala persoalan biaya.
Ia menjelaskan, terdapat pipa raksasa peninggalan Belanda yang melintang di lokasi pembangunan dan menjadi tantangan teknis tersendiri.
“Ternyata di sini ada pipa raksasa bangunan Belanda yang menyuplai air minum di Menteng persis melintang di sini,” ucapnya.
Meski demikian, kendala anggaran tidak menyurutkan niatnya untuk menghadirkan simbol toleransi di Indonesia. Nasaruddin mengaku kembali melaporkan hal tersebut langsung kepada Jokowi.
“Yang kita bangun ini bukan sekadar terowongan, tapi ikon dan simbol toleransi,” katanya.
Setelah mendapat persetujuan Presiden, proyek tersebut akhirnya direalisasikan.
Nasaruddin menyebut Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral menjadi satu-satunya terowongan toleransi di dunia. Bahkan, menurut dia, banyak tamu negara yang ingin mengunjungi lokasi tersebut usai bertemu di Istana Kepresidenan.
“Artinya apa? Satu-satunya terowongan toleransi di dunia adalah ini,” tuturnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.