JAKARTA - Pengasuh PP Al-Anwar 2, Sarang Rembang Jawa Tengah, Kiai Abdullah Ubab Maimoen (Gus Ubab), meminta seluruh calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35, untuk membangun kepercayaan nahdliyyin melalui peserta muktamar dengan cara santun dan beretika pesantren.
Putra pertama Kiai Maimoen Zubair (Mbah Moen) ini mengatakan, calon Ketum PBNU harus menggunakan cara mendapat kepercayaan dari muktamirin dan bisa diterima dengan baik.
Sehingga kata dia, pelaksanaan muktamar dan mekanisme pemilihan pimpinan NU dilakukan dengan proses yang baik dan benar-benar dipercaya.
“Jangan sampai saling menjelek-jelekkan antar calon. Bahkan, jangan banding-bandingkan secara negatif seperti pemilihan pejabat hingga pertengkaran terbawa hingga setelah pemilihan,” ujarnya dikutip Senin (11/5/2026).
Gus Ubab -- panggilan akrabnya -- berharap pemilihan pimpinan Ketum PBNU nanti sebagaimana terpilihnya KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur melalui muktamar.
“Saya ingin prosesnya mulus, menjadi (Ketua Umum PBNU) dengan jalan mulus, purna (selesai tugas) pun juga berakhir mulus. Seperti Gus Dur, saat menjadi maupun berakhir dengan mulus,” ujar Gus Ubab yang juga salah satu Mustasyar PBNU ini.
“Saya tidak ada pilihan. Saya senang saja Gus Salam (Kiai Abdussalam Shohib) nyalon. Jadi, siapapun yang jadi, tentu Allah yang mengatur dan menghendakinya,” tandasnya.
Sementara itu, Kiai Abdussalam Shohib (Gus Salam) sowan ke Gus Ubab untuk memohon nasihat, restu dan doa. Kunjungan Gus Salam ini satu rangkaian kunjungannya selama dua hari di Jawa Tengah.
“Saya sowan ke Kiai Ali Qoishor Abdul Haq Dalhar sebelum ziarah makbaroh. Karena Mbah Dalhar adalah ulama besar dan kharismatik sezaman dengan Mbah Hasyim Asy’ari,” kata Gus Salam.
“Kami ingin tabarrukan, karena peran dan perjuangan Mbah Dalhar mewarisi para pendahulunya, Laskar Kiai semasa Pangeran Diponegoro, sekaligus menyerap nuansa spiritualitas Islam di kerajaan Mataram saat menghadapi kolonial Belanda,” tambahnya.
Dalam kunjungannya ke Jawa Tengah, Gus Salam juga melakukan pertemuan dengan PCNU se-Karesidenan Kedu dan Surakarta.
“PCNU di karesidenan Surakarta, berharap pemimpin NU ke depan adalah sosok yang humanis, mau mendengarkan dan bisa memberi arahan sesuai konteks dan kearifan masing-masing daerah. Jangan sosok yang otoriter dan high profile,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.