JAKARTA - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman mendapati dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, tidak layak. Hal itu terungkap saat Dudung melakukan inspeksi mendadak pada Selasa 12 Mei 2026.
Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberikan sanksi penghentian sementara (suspend) terhadap kedua penyedia makanan itu. “Jadi memang menurut saya itu tidak layak, dan itu oleh Kepala BGN langsung direspons, sehingga disuspend langsung saya lihat itu,” kata Dudung, Kamis (14/5/2026).
Dudung menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto menginginkan agar anak-anak penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh makanan yang sehat, higienis, dan memiliki kualitas gizi yang baik. Karena itu, ia menegaskan akan terus melakukan pengecekan ke sejumlah daerah lain setelah menerima laporan terkait ketidaksesuaian standar pelaksanaan program di beberapa wilayah.
“Nah ini yang saya sidak dan saya akan cek ke beberapa daerah. Saya mendengar di Jawa Tengah, di Jawa Barat ada hal-hal yang prosesnya, dari mulai penentuan titik sampai kepada proses pembuatan makanan, pengiriman dan sebagainya ini tidak sesuai dengan standar,” ujarnya.
Menurut Dudung, BGN saat ini terus melakukan pembenahan untuk mengatasi berbagai persoalan yang muncul di lapangan. Ia juga mengingatkan pihak yayasan maupun investor pengelola SPPG agar tidak hanya mengejar keuntungan semata tanpa memperhatikan kualitas layanan.
“Saya sudah komunikasi dengan Pak Dadan agar diantisipasi kepada yayasan maupun investor yang segala rupanya ingin mengambil suatu keuntungan, ini agar betul-betul diwaspadai,” ujarnya.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan MBG benar-benar memprioritaskan keselamatan dan kualitas makanan bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Ya saya sampaikan lah kepada yayasan-yayasan yang mendirikan untuk membuat MBG dan sebagainya. Ya tolonglah berpikir untuk memajukan bangsa ini, anak-anak kita kasihan,” imbuhnya.
Dudung juga menyoroti masih adanya kasus keracunan makanan yang terjadi dalam pelaksanaan program MBG. Ia memastikan pengawasan akan terus dilakukan bersama BGN agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Baru-baru ini kan baru lagi ada keracunan juga, nah ini hal-hal gini ini saya akan terus menerus tentunya bersama-sama juga dengan BGN ya untuk menindak hal-hal yang memang kurang baik gitu lah,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.