Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara dan paduan besi ferro alloy, kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai Bank Ekspor Tunggal. Dalam artian, hasil dari setiap penjualan ekspor akan diteruskan oleh BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah kepada pelaku usaha pengelola kegiatan tersebut.
Ini bisa dikatakan sebagai marketing facility. Tujuan utama kebijakan ini adalah memperkuat pengawasan dan monitoring, serta memberantas praktik kurang bayar, under invoicing, praktek pemindahan harga, transfer pricing, dan pelarian devisa hasil ekspor.
Saudara-saudara sekalian, kebijakan ini akan optimalkan penerimaan pajak dan penerimaan negara atas pengelolaan dan penjualan sumber daya alam kita. Dengan kebijakan ini, kita berharap bahwa penerimaan kita bisa seperti Meksiko, seperti Filipina, seperti negara-negara tetangga kita. Kita tidak mau penerimaan kita paling rendah karena kita tidak berani mengelola milik kita sendiri, milik bangsa Indonesia sendiri.
Sesungguhnya, kita harus percaya bahwa semua sumber daya alam Indonesia adalah milik rakyat Indonesia, milik bangsa Indonesia. Karena itu, negara berhak mengetahui secara rinci sumber daya alam kita yang dijual ke luar Indonesia. Kita tidak mau dibohongi lagi, kita mau tahu persis berapa kekayaan kita yang dijual.
Saya percaya dan yakin, setiap warga negara, apalagi pemimpin-pemimpin seperti yang ada di majelis ini. Saya percaya, setiap pemimpin yang punya akal sehat, yang punya kecerdasan, yang punya hati nurani, yang punya rasa cinta Tanah Air. Saya yakin dan percaya, tidak akan mengizinkan kekayaan alam kita terus dikelola tanpa pengawasan, tanpa kendali, sudah terlalu lama saudara-saudara sekalian.
Kebijakan ini telah banyak dijalankan oleh negara-negara lain yang benar-benar menguasai kekayaan sumber daya alam. Maka kita harus lihat dan belajar dari Saudi Arabia, dari Qatar, dari Rusia, dari Aljazair, dari Kuwait, dari Maroko, dari Ghana, bahkan dari tetangga kita, Malaysia dan Vietnam. Kita tidak boleh naif, kita tidak boleh lugu, kita tidak boleh tidak menggunakan akal sehat kita.
Kita harus belajar dari negara-negara seperti ini. Mereka telah mampu mengelola kekayaan sumber daya alam mereka untuk kepentingan rakyat mereka, mereka berhasil menyelenggarakan pendidikan yang terbaik, yang tidak kalah dengan pendidikan negara-negara industri maju. Mereka punya layanan kesehatan juga yang baik, infrastruktur yang modern, sovereign wealth fund kelas dunia.
Kita tidak boleh malu belajar dari negara-negara yang sudah lama mampu memanfaatkan sumber daya alam mereka untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat mereka. Karena itu saya tegaskan, apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia hari ini bukan kebijakan yang aneh-aneh, bukan kebijakan luar biasa. Ini adalah praktik yang sudah dilakukan banyak negara. Ini adalah kebijakan akal sehat.
Sumber daya alam milik kita. Kita yang harus penentukan kemana sumber alam ini dijual. Kita harus menentukan berapa harga yang layak. Kita tidak mau selalu menjadi korban dan selalu harus terima perlakuan tidak adil terhadap bangsa kita. Cukup sudah saya katakan di sini, Indonesia sekarang berdiri di atas kaki kita sendiri.
Sejalan dengan itu, pemerintah yang saya pimpin juga hari ini memperkuat kebijakan devisa hasil ekspor. Melalui peraturan pemerintah devisa hasil ekspor dari kegiatan pengusahaan pengelolaan dan pengolahan sumber daya alam. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan kontribusi pelaku usaha sektor sumber daya alam dapat dioptimalkan. Sekali lagi, guna sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Sekali lagi, bumi, air, dan semua hasil sumber daya alam Indonesia adalah milik kita, milik rakyat dan bangsa Indonesia. Dalam usaha kita memperbaiki kelemahan-kelemahan dalam sistem tata kelola kita, saya minta saudara-saudara sekalian untuk tidak berkesimpulan bahwa Indonesia tidak perlu suatu perekonomian di mana sektor swasta memainkan peran yang besar. Justru kita perlu sektor swasta, kita perlu mendukung peran sektor swasta, kita butuh sektor swasta yang dinamis, kita perlu pengusaha-pengusaha yang penuh dengan inovasi, penuh dengan inisiatif, penuh dengan inovasi, dan yang memiliki kemampuan manajerial yang baik dan handal.
Justru saya selalu mengatakan bahwa perekonomian kita yang kita sebut sebagai ekonomi Pancasila atau ekonomi Jalan Tengah, atau istilah yang lebih populer dari dalam perkembangan perekonomian dunia, kita harus bangun Indonesia Incorporated, perekonomian kekeluargaan, semua bergotong royong, itu arti gotong royong yang kuat, maju, menarik yang lemah, yang lemah berhimpun, melaksanakan usaha bersama dalam bentuk-bentuk koperasi. Tidak boleh yang kaya menang sendiri dan membiarkan yang lemah terlantar. Justru kita maksudkan bahwa ekonomi yang cocok untuk Indonesia adalah ekonomi Jalan Tengah, ekonomi yang berani mengambil yang terbaik dari sosialisme dan yang terbaik dari kapitalisme.
Kita butuh peran negara, kita butuh perlindungan negara, kita butuh pengawasan, dan kita butuh keberpihakan dari negara untuk menjamin keadilan dan pemerataan. Tapi kita juga perlu yang terbaik dari mekanisme pasar, kita butuh yang terbaik dari ekonomi pasar bebas, yang saya sebut tadi, inisiatif, inovasi, persaingan, keberanian mengambil risiko, manajerial yang baik, kita harus menumbuhkan golongan pengusaha yang baru, yang muda-muda. Untuk itu, pemerintah ingin membuka pendidikan-pendidikan kewirausahaan, pendidikan entrepreneurship. Kita ingin anak-anak muda, jangan semua minta jadi ASN, jangan semua minta jadi pemerintah. Tapi harus berani untuk bersaing dengan dunia usaha lain, dan kita harus bantu.
Kita punya anak-anak mudanya hebat-hebat, kita punya ribuan anak-anak yang hebat-hebat. Ini yang sedang kita godok bersama untuk kita beri, tidak hanya pendidikan entrepreneurship. Begitu dia selesai, kita juga harus memberi kredit startup. Kita harus dorong mereka, memberi kesempatan mereka untuk tumbuh jadi pengusaha-pengusaha yang kuat, pengusaha-pengusaha yang baru.
Demokrasi ekonomi artinya janganlah yang itu-itu saja. Saya minta bank-bank Himbara, cobalah menjadi bank yang patriotik. Jangan dia lagi, dia lagi, yang dikasih kredit orang yang sudah kaya. Kalau dia sudah lama terima kredit dari pemerintah, ya sudah berjuang dong. Masa terus-menerus dikasih kepada mereka. Kemudian orang miskin, orang kaya disuruh bayar bunga lebih tinggi daripada pengusaha besar. Ini saya kira sudah di luar akal sehat. Saya perintahkan bank-bank pemerintah, rubah, turunkan bunga-bunga untuk rakyat miskin, saudara-saudara sekalian. Harusnya yang besar-besar dengan kekuatan mereka, dia bisa dapat financing dari mana-mana.
Tapi sebaliknya kita tidak boleh merasa bahwa negara akan berbuat semuanya. Kita tidak ingin, kita ingin justru menumbuhkan peran swasta yang lebih besar. Tapi besar, tapi benar. Jangan besar tidak benar. Kita juga harus mengakui prestasi banyak perusahaan-perusahaan kita yang bisa bersaing di tingkat global. Bagaimanapun perusahaan seperti Indofood sudah dipasarkan di seluruh dunia. Kalau saya ke Eropa, banyak orang Eropa nyarinya Indomie. Bahkan banyak negara Afrika menganggap itu produk mereka. Juga perusahaan seperti Mayora berhasil memasarkan Kopiko di lebih dari seratus negara karena mereka memiliki brand ambassador, presidennya juga mendorong minum kopi di mana-mana.
Kita harus dorong perusahaan-perusahaan swasta kita unggul. Ada juga itu apa Es Teler 77. Kalau orang Gelinda nggak mau bikin saingannya Es Teler 88. Saya hanya berhak atas Gerindra ya. Saya cek ada Gerinndra yang tidur nggak.
Saudara-saudara sekalian. Justru pemerintah harus perbaiki semua institusi kita supaya ada iklim usaha yang baik. Jangan pengusaha diperes terus. Jangan pengusaha diganggu. Kalau Malaysia bisa bikin izin dalam 2 minggu, kenapa kita izinnya 2 tahun? Memalukan. Dan kita jangan banyak inisiatif. Sudah perintah presiden, perintah menteri di bawah bikin lagi dia, diolah lagi. Peraturan menterilah. Peraturan teknislah. Rekomendasilah. Akal-akalan itu. Saya ingatkan ya. Semua menteri tertibkan birokrasimu ke bawah. Waspada. Kalau birokrat-birokrat itu karena dia tuh pengalamannya lama. Kok masuk keluar kan tiap 5 tahun. Itu kalau nggak di-reshuffle. Benar nggak? Mereka tuh lama. Nah ciri khas birokrat yang dia akan minta tanda tangan pada waktu jam 17.30 sore. Kamu sudah capek, dia datang minta tanda tangan. Bener? Ini banyak dari Golkar yang senyum. Berarti pengalamannya banyak. Golkar banyak pengalaman soal ini. Karena saya mantan Golkar juga.
Itu banyak mantan Ketua Umum Golkar, Bahlil. Hartarto. Mereka paling pengalaman itu. Minta tanda tangan. Sore, kita sudah penat, capek.
Saudara-saudara sekalian.
Pengusaha dan pemerintah harus kerjasama. Saya ingatkan buruh. Jangan kau minta aja terus. Pengusaha-pengusaha juga kerja keras, pusing juga mereka. Harus bayar kredit ke bank. Tapi pemerintah ingin bekerjasama. Kita banyak memberi perlindungan sosial supaya beban pengusaha juga tidak terlalu berat. Dan kita terbuka. Kalau ada pengusaha-pengusaha yang sulit, laporkan kepada kita. Kalau dia minta penurunan tarif, ya kita bantu. Untuk sementara, jangan terus-menerus minta penurunan tarif pajak. Kita mengerti, krisis dunia kita mengerti. Kita akan bantu.
Bila kita bersatu, bila kita kerjasama seperti ini. Pengusaha, swasta, pemerintah, UMKM, pemerintah pusat, pemerintah daerah. Semuanya kita kerjasama. Semuanya memiliki rasa panggilan yang sama. Kita akan menciptakan kemakmuran yang luar biasa. Kita sudah buktikan di krisis yang bikin panik banyak negara Indonesia masih tenang. Kita tidak euforia, kita tidak sombong. Kita tidak mau, tapi kita tenang. Kita tenang. Kita punya kemampuan.
Pakar-pakar dunia, institusi-institusi dunia menaksir pada tahun 2045, yang hanya 19 tahun lagi. Indonesia akan menjadi ekonomi kelima, bahkan keempat terbesar di dunia. Ini bukan saya mengatakan. Saya sendiri tidak pernah bermimpi, berharap. Kita hanya ingin hidup layak. Tapi mereka mengatakan kita akan menjadi negara keempat, kelima. Bayangkan kita akan menyalip Inggris, Perancis, Italia. Saya kalau keluar negeri sebagai Presiden Indonesia, saya sangat dihormati sekarang. Sangat dihormati. Bahkan mereka sekarang, banyak negara minta bantuan ke kita. Mereka minta bantuan pupuk ke kita, karena produksi pupuk kita lebih. Kita diminta bantuan oleh Australia. Kita berikan. India, Brazil, Filipina, bayangkan, Indonesia sekarang bisa membantu negara-negara lebih kaya dari kita. Ini jangan membuat kita sombong. Tapi ini membuat kita harus lebih percaya diri.
Memang masih ada banyak kekurangan. Dan saya orang yang selalu mengajak, ayo kita berani menghadapi kekurangan kita. Kita berani menghadapi kesulitan. Kita berani menghadapi tantangan. Kita harus bisa atasi penyelewengan di ekonomi kita. Kalau demikian, kita akan tumbuh luar biasa.
Saudara-saudara sekalian, banyak yang sudah kita capai. Saudara-saudara, karena kita memang sudah antisipasi ketegangan dan krisis yang mungkin timbul. Karena kita telah diberi warning dengan Covid, kita baru mengerti dan sadar. Begitu ada krisis dunia, negara-negara mengekspor pangan akan tutup. Waktu beberapa tahun lalu Rusia mengalami kebakaran hutan yang besar, mereka tutup ekspor gandum, harga pangan naik semua.
Tidak hanya gandum, beras, jagung, gula naik semua. Begitu perang Ukraine naik lagi, covid naik lagi, jadi kita sudah antisipasi. Karena itu saya canangkan, program utama saya adalah mengamankan pangan Indonesia. Kita harus swasembada pangan. Dan Alhamdulillah, saya dibantu oleh tim pertanian saya yang luar biasa. Saya beri target 4 tahun, mereka hasilkan swasembada dalam 1 tahun.
Produksi kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan yang ada di gudang-gudang kita, di gudang pemerintah, cadangannya tidak cukup. Kita harus sewa gudang-gudang lain. Kita sekarang punya cadangan sudah lebih dari 5,3 juta ton beras cadangan. Cadangan beras Desember 2025, 3,25. Sekarang 10 Mei, cadangan beras yang kita kuasai 5,3 juta ton.
Kita juga sudah amankan produksi pupuk kita. Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, harga pupuk kita turunkan 20 persen. Petani-petani kita sekarang bisa menikmati pupuk dengan jumlah yang cukup. Yang sekarang kita harus jaga adalah jangan sampai pupuk subsidi diselewengkan atau diselundupkan ke tempat lain. Ini harus kita jaga bersama.
Saudara-saudara sekalian, masalah makan bergizi gratis. Makan bergizi gratis sekarang sudah dinikmati oleh 62,4 juta penerima setiap hari. Angka ini termasuk 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, dan 868 ribu ibu hamil menerima MBG setiap hari. Kita juga akan memberi MBG ke 500 ribu lansia yang tinggal sendiri, yang hidup sebatang kara, dan yang membutuhkan makan bergizi. Karena apa? Itu adalah perintah Undang-Undang Dasar Pasal 33 dan Pasal 34, bahwa kaum miskin harus diurus oleh negara.
Saudara-saudara sekalian, kita mengakui bahwa dalam pengelolaan MBG masih banyak kekurangan. Kita sudah tutup lebih dari 3.000 dapur. Saya sudah minta para pejabat dan saya persilakan anggota DPR, bupati, di mana-mana silakan periksa semua dapur. Kalau ada yang tidak sesuai laporkan segera, akan segera kita tindak. Saudara-saudara, kita tidak akan mengizinkan masalah yang begini penting untuk diurus secara tidak benar.
Saudara-saudara sekalian, setelah bertahun-tahun kita bercita-cita memiliki dana kedaulatan. Di tahun 2025 yang lalu, kita berhasil membentuk dana kedaulatan kita, sovereign wealth fund kita, yang kita bernama Danantara, atau singkatan dari Daya Anagata Nusantara, yang artinya energi, kekuatan, masa depan bagi Indonesia.
Danantara ini sekarang memiliki, me-manage lebih dari 1.000 miliar dolar kekayaan. Dan kita menemukan terus kekayaan-kekayaan negara yang saya nggak mengerti, mungkin disembunyikan atau diapakan oleh birokrat-birokrat itu. Kita terus menemukan tanah milik negara, aset milik negara, gedung milik negara, yang nilainya tidak sedikit, tidak sedikit. Danantara ternyata sudah dirasakan keampuhannya, Danantara akan mempercepat pembiayaan pembangunan, khususnya investasi dan modal kerja untuk percepatan industrialisasi.
Kita harus industrialisasi. Kita harus bikin mobil kita sendiri. Kita harus bikin motor kita sendiri. Kita harus bikin televisi, komputer, handphone kita sendiri. Kita tidak boleh hanya jadi pasar untuk bangsa lain. Dan kita akan lakukan, saya sudah kumpulkan profesor-profesor kita. Saya sudah kumpulkan pakar-pakar kita. Saya katakan, pengabdianmu untuk bangsa, wujudkan hal ini. Tidak boleh kita menyerah, tidak boleh kita rasa rendah diri.
Saudara-saudara, dengan ini industrialisasi yang kita mulai dengan hilirisasi sumber daya alam kita, kita tidak mau sumber daya alam kita gelondongan diekspor. Nikel sudah kita wajibkan diolah di sini. Bauksit harus diolah di sini. Nanti turunan-turunan batu bara akan kita buat di sini. Penciptaan lapangan pekerjaan ini sangat penting. Dari pekerjaan meningkatkan daya beli rakyat, dari MBG saja kita sudah buka 1,2 juta lapangan kerja baru di dapur-dapur. Dan kita pastikan pasar terjamin, offtake terjamin untuk puluhan juta petani kita, peternak kita, dan nelayan kita.
Dari Menteri Investasi saya mendapat laporan telah tercipta 2,7 juta lapan kerja baru. Hasil realisasi investasi dari dalam dan luar negeri di tahun 2025. Setiap Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih akan membuka lapangan kerja formal baru di desa-desa. Setiap koperasi butuh 17 pekerja, artinya dari 1.061 Koperasi yang sudah operasional, kita telah buka 18.000 lapangan kerja baru yang hanya boleh diisi oleh warga desa setempat.