Masih banyak lagi program-program pemerintah yang disusun oleh Kabinet Merah Putih untuk menciptakan lapangan kerja. Desa Nelayan, Rumah Subsidi, kita telah susun dalam kluster Program Kerja Prioritas Nasional, atau PKPN, yang terdiri dari 60 program prioritas untuk dilaksanakan hingga tahun 2026.
Saudara-saudara sekalian, kita butuh investasi dari luar, tapi kita tidak mau tergantung hanya investasi dari luar. Kita yakin bahwa kita bisa kerahkan kekuatan kita. Kita tidak boleh mengemis, kita tidak boleh bertekuk lutut, kita tidak boleh menghamba kepada bangsa lain. Kita adalah bangsa yang besar, bangsa yang berani, bangsa pejuang yang berhasil melawan dan mengusir kekuatan penjajah.
Kita harus percaya diri, kita harus percaya kepada kekuatan kita sendiri, kita harus percaya kepada kepribadian kita sendiri, kepada budaya kita sendiri, kepada falsafah nenek moyang kita. Kita percaya kepada gotongroyong, kita percaya kepada saling mendukung dan saling membantu. Itu naluri kita, itu budaya kita. Bukan saling membenci, bukan saling juriga, bukan saling cacimaki, bukan saling menghantam. Itu bukan demokrasi kita.
Mazhab ekonomi yang kita jalankan adalah mazhab ekonomi Pancasila. Ekonomi yang berketuhanan, ekonomi yang berkemanusiaan, ekonomi yang menjunjung tinggi persatuan nasional. Jangan kita ekonomi hanya mikirin daerah masing-masing. Ekonomi kita harus ekonomi kerakyatan, bukan ekonomi yang menindas dan membiarkan yang lemah terus lemah, yang miskin terus miskin.
Ekonomi kita harus berkeadilan sosial, ekonomi kita harus berpihak kepada rakyat Indonesia seluruhnya. Negara harus hadir, negara harus menjaga kesimbangan, negara harus memastikan pertumbuhan sekaligus pemerataan. Negara harus ambil inisiatif untuk bantu rakyat yang belum mampu, rakyat yang belum berdaya. Pemerintah harus ambil peranan.
Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan juga pernah menjalankan kebijakan-kebijakan strategis dengan peran negara yang kuat pada saat krisis, pada saat kesulitan ekonomi, dan pada saat mereka mulai industrialisasi.
Saudara-saudara sekalian, tidak ada negara maju yang tidak unggul dalam memberikan pelayanan publik. Pemerintah harus menjadi pemerintah yang unggul, membantu swasta menciptakan lapangan kerja. Tidak ada negara yang maju kalau pemerintah yang lemah, birokrasi yang lemah. Tidak ada negara maju kalau tidak ada kepastian hukum.
Karena itu pemerintah saya telah menaikkan gaji-gaji guru. Ada yang sampai hampir 300 persen naiknya penghasilan hakim-hakim kita. Saya sekarang bangga karena mendapat laporan Ketua Mahkamah Agung kita penghasilannya lebih tinggi dari Ketua Mahkamah Agung Singapura. Dan juga hakim-hakim paling junior kita gajinya lebih tinggi dari gaji hakim-hakim junior di Malaysia.
Saudara-saudara, ini langkah nyata untuk kita ciptakan institusi-institusi yang bersih. Kita tidak mau hakim-hakim kita disogok, dibeli. Kita tidak mau juga semua aparat-aparat kita lainnya seperti itu. Saudara-saudara, langkah-langkah yang harus diambil, kita harus perbaiki tidak hanya sistem tata kelola ekspor, sistem perekonomian kita, kita harus berani memperbaiki institusi-institusi kita semuanya.
Kita harus bertekad terus membangun pemerintah yang kuat, pemerintah yang profesional, pemerintah yang tidak korup. Kita harus bersama-sama menjaga semua. Para pengusaha mengeluh, mereka mengalami pungli-pungli yang terlalu banyak.
Saya ingatkan semua kepala badan, menteri-menteri, dan pemimpin-pemimpin lembaga-lembaga pemerintah untuk segera mengambil inisiatif membersihkan birokrasinya masing-masing. Jangan ragu-ragu, yang melanggar tindak.
Sekali lagi, semua institusi pemerintah harus bekerja dengan baik. Kita harus menghilangkan korupsi, penyalahgunaan womenang dan praktik-praktik yang menghambat perjalanan ekonomi kita. Saya ingatkan kembali untuk kesekian kali, biaya cukai kita harus diperbaiki. Menteri Keuangan, kalau pimpinan bea cukai tidak mampu, segera diganti.
Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat. Jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha, pemerintah yang kumaha-engkek wae. Kita harus jadi pemerintah yang didorong oleh engkek kumaha, bukan kumaha-engkek.
Kalau negara di sekitar kita bisa memberi izin usaha, bisa memberi AMDAL dalam 3 minggu, kenapa kita harus berbulan-bulan bahkan 3 tahun? Tidak ada orang yang tidak bisa diganti. Rakyat menuntut pemerintah yang benar dan baik. Jangan mentang-mentang sudah jadi ASN tidak bisa diberhentikan. Kalau tidak, suruh dia tinggal di rumah saja, biar dia malu sama istri dan anaknya. Pak, kenapa tidak ke kantor? Saya tidak dipercaya karena saya banyak korupsinya. Coba kau jawab kepada anakmu nanti.
Ini tantangan kita bersama. Saya minta dukungan dari bapak-bapak dan ibu-ibu wakil rakyat. Ini untuk kita semua. Ini untuk masa depan kita. Ini untuk anak dan cucu kita. Kita harus jadi negara yang hebat. Kita tidak mau jadi negara yang lemah terus-menerus.
Untuk itu saya menghimbau pemimpin-pemimpin pemerintah daerah di setiap tingkatan juga untuk bantu kita semua. Mari bersama-sama kita bersihkan aparat kita semuanya. Jangan mengira sekarang engkau jadi bupati, engkau jadi gubernur, kita tidak bisa monitor dari sini. Sekarang teknologi sudah hebat, cepat kita akan tahu kalau ada penyimpangan.
Saudara-saudara, saya sedih kalau yang sekarang pejabat masih coba korupsi. Cepat ketahuan. Sekarang ada teknologi, ada radar bisa kita pakai, kita bisa lihat bawah tanah. Jadi saudara-saudara yang punya bunker-bunker disembunyikan, nanti kita ketemu juga kekayaan mu lho.
Saudara-saudara, saya akan menggunakan teknologi yang paling canggih. Teknologi pertahanan bisa mencari gudang senjata di bawah tanah. Radar sekarang bisa mencari, ranjau bisa mencari. Kita akan pakai untuk mencari bunker-bunker di sekitar kalian. Jangan main-main sama teknologi. Mereka yang punya kebun-kebun luas, dikira gak akan ada pejabat yang bisa ngecek.
Saudara-saudara, sekarang ada satelit. Gak usah kita cek fisik, kita bisa foto. Tiap pohon kita bisa foto. Pohon per pohon kita bisa foto. Jadi kau mau nipu bagaimanapun, kita akan ketemu penipuan kau, saudara-saudara sekalian.
Tapi, biasanya mereka-mereka itu ada backingnya. Backingnya biasanya seragamnya itu kalau gak hijau, ya coklat. Betul? Saya ini sebagai Gadget semua. Saudara-saudara, kalau ada kelakuan, aparatnya gak beres, saya minta rakyat video, langsung video. Jangan kau ngelawan, jangan dilawan. Video aja, lapor langsung ke saya. Sudah lama saya jadi orang Indonesia.
Saudara-saudara sekalian, saya yakin sebagian ASN kita baik, sebagian besar baik, yang tidak baik sedikit. Tapi, nenek moyang kita sudah ingatkan, nila setitik merusak susu sebelanga. Yang sedikit itu yang harus kita tindak. Yang namanya deep state. Deep state itu merasa dia kebal, karena pemimpin politik gonta ganti kan. Oh dia nanti kalah pemilu, dia out. Menteri saya bilang 5 tahun maksimal. Ya kan? Gak beres, 2 tahun udah diganti. Dia nongkrong terus.
Nunggu pemimpin capek, langsung minta tanda tangan. Sudah-sudah sekalian, pimpinan dan para anggota Dewan yang saya muliakan. Dengan dukungan dari Dewan yang terhormat ini. Pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk kembali di mimbar ini, bulan Agustus yang akan datang untuk menyampaikan laporan tentang kemajuan-kemajuan yang telah berhasil menjelang kemerdekaan negara kita yang ke-81 tahun.
Saudara-saudara sekalian, sudah banyak yang kita capai. Koperasi Merah Putih sudah 1061 yang operasional. Target kita di bulan Agustus, kita akan operasionalkan minima 20 ribu kooperasi dan di akhir tahun harus di atas 60 ribu.
Koperasi ini adalah rantai pasok pertama di Republik kita yang bisa dikuasai oleh pemerintah. Koperasi ini akan mempermudah logistik, akan menjadi motor pertumbuhan dan kesejahteraan di tingkat yang paling bawah. Akan mengakibatkan ratusan triliun berputar di desa, kecamatan, dan kabupaten.
Akan membalikkan arus keluar dari luar negeri menjadi berputar di desa, kecamatan, kebupatan. Untuk mengatasi krisis energi, kita sedang mempercepat produksi solar dari minyak kelapa sawit. Kita juga sedang mengkaji produksi bensin dari minyak kelapa sawit.
Kita juga akan produksi solar dan gas dari batu bara. Kita juga bisa produksi energi untuk masak dengan sangat murah, dengan limbah-limbah dan batang-batang jagung. Produksi listrik dari tenaga surya akan kita percepat.
Kita sudah canangkan akan membangun seratus gigawatt dari tenaga surya dalam tiga tahun ini. Kita padukan ini dengan konversi motor dan mobil, dari motor dan mobil BBM ke motor listrik. Insyaallah kita akan hilangkan kedergatungan kita kepada import BBM dan kita akan menghemat devisa kita yang sangat berharga.
Saudara-saudara sekalian, terima kasih atas waktu yang diberikan kepada saya. Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya. Sekali lagi, terima kasih atas kerjasama kita. Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah.
Dan saya hormati dan saya hargai itu. Demokrasi kita perlu check and balance. Saya faham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah.
Saya mengerti itu. Sebenarnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita. Memang maunya saya itu gotong royong. Kalau sebuah partai di pemerintah, alangkah manisnya, alangkah manisnya untuk saya. Tapi mungkin tidak baik.
Setiap pemimpin harus mau dikritik. Setiap eksekutif harus diawasi. Terima kasih atas pengawasan saudara. Kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP kadang-kadang kritiknya keras banget. Tapi saya sadar lama-lama, sebetulnya mungkin ada dasarnya. Ada pepatah yang mengatakan, kalau orang mengingatkan kita walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita.
Jadi saya terima kasih, saya hormati pengorbanan kalian. Kalau di pemerintah kan banyak fasilitas. Tapi banyak, saya selalu mengatakan, menteri-menteri minta penunjuk. Pak, ini bagaimana Pak? Ada proyek, ada tender, tapi ini di belakangnya PDIP.
Menteri-menteri, bener kan? Tapi apa jawaban saya? Tidak ada masalah, kalau dia menang, dia menang saja. Jangan kita lihat kogok belakangnya. Bener? Tenang saja, karena waktu saya tidak berkuasa, Waktu saya tidak berkuasa, Ibu Mega juga bantu saya di bidang ekonomi. Tidak, saya mau terbuka. Saya mau terbuka, saya tidak berkuasa. Waktu itu alias lontang-lantung. Ibu Megawati Sukarno Putri. Intervensi mengatakan, kalau memang Prabowo yang menang better itu Jangan diganggu, diteruskan.
Saya sekarang mengikuti contoh beliau. Saya sekarang presiden, tidak boleh kita lihat lontar belakang politik. Kalau dia benar, dia menang dengan benar. Harus, kita berikan. Semoga Allah SWT senantiasa memberi bimbingan dan perlindungannya kepada kita semua. Dalam melaksanakan tugas suci dan amanah, menjalankan amanah dari seluruh rakyat Indonesia. Amin YRB. Terima kasih.
Wassalamualaikum. Wassalamualaikum Wr. Wb.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.